(PATAH) HATI

Muhammad ZulkhamE
Karya Muhammad ZulkhamE Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 12 Januari 2017
(PATAH) HATI

23/12/2016

Beberapa waktu yang lalu, aku teringat salah satu soal ujian semester mata kuliah semantik. Dimana aku harus menjabarkan metafora ini: Patah Hati.

Patah hati berasal dari kata 'patah' dan 'hati'. Jika keduanya dipisah, ia memiliki makna sendiri. Begitu juga sebaliknya, apabila keduanya disatukan, ia membentuk metafor baru dalam sebuah makna kata, dan tentunya memiliki makna sendiri. Terkadang metafor ini selalu dikaitkan tentang perasaan: entah cinta, cemburu, sayang, atau apalah segalanya tentang perasaan seseorang. Perasaan yang sudah terlalu dalam, tetapi berujung dengan kebuntuan dan keterlukaan. Begitu barangkali.

Mengenai 'patah hati', begini menurutku. Barangkali patah hati mengajarkan kita untuk belajar mengobati. Dokter mana yang mampu mengobati 'patah hati' yang satu ini? Apakah engkau tahu? Hmm. Menurutku, seseorang yang terserang 'patah hati', dialah sendiri yang mengobatinya. Jika kita menjadi pasien, kita sendirilah yang menjadi dokternya. Jika begitu, baiklah. Jika kurang tepat, ceritakan masalahmu kepada kawan, barangkali kawanmu mampu menjadi dokter yang membantumu. Tetapi, jangan lupa bahwa dokter spesialis yang hebat, Dialah yang berkuasa di bumi ini. Jika tidak percaya, buktikan saja sendiri. Hehe.

Hmm, metafor 'patah hati' ini begitu akrab ditelinga anak muda. Jika kau masih muda, kau perlu merasakan metafor ini. Rasanya gurih-gurih manis.
Hehe.

Tidak apa-apa berpatah hati. Suatu saat, ia akan mereda. Berganti. Tidak selamanya. Jika demikian, tak usah takut berpatah hati. Setidaknya, jika kita mengobati, kita sudah berjuang untuk menyembuhkannya. Karena luka akan sembuh pada saatnya. Ia akan mengering, kemudian akan hilang.

Baiklah. Selamat merasakan 'patah hati'. Selamat menjadi dokter. Selamat menyembuhkannya.

Semoga, jika kita sedang berpatah hati, kita mampu mengobati dan menyembuhkannya. Sekian saja. Tak usah panjang kali lebar. Bersyukurlah, karena kita masih punya hati.

  • view 120

  • Ulyatin Jamil
    Ulyatin Jamil
    10 bulan yang lalu.
    Setidaknya patah hati menunjukkan bahwa kita masih bisa merasakan rasa sakit di hati, itu berarti menunjukkan bahwa kita masih hidup (:

    • Lihat 4 Respon

  • Muthmainnah Rati
    Muthmainnah Rati
    10 bulan yang lalu.
    Patah hati itu bisa mendewasakan dan mematangkan, bisa juga menghancurkan dan menenggelamkan ....
    Tergantung bagaimana cara seseorang menanganinya ....