Menikmati Rindu

M Yusuf Ibrahim
Karya M Yusuf Ibrahim Kategori Inspiratif
dipublikasikan 15 Maret 2016
Menikmati Rindu

Tidak sedikit orang yang dimabuk rindu lebih menyukai kesendirian dan ketenangan. Mengunci pintu kamarnya rapat-rapat, mematikan lampu lalu membuka jendela untuk melihat keindahan rembulan malam. Jasad menetap, namun hatinya menjelajahi gemerlap.

Aku? Aku sibuk menyusun memorialku tentangnya. Ibarat membuat video, kupilihkan gambar senyum terbaik dan tersejuk yang pernah kulihat. Ku susun semuanya lalu aku iringi dengan instrumen yang tenang dan romantis. Indah bukan? Lalu bagaimana caramu menikmati rindu? Apa sama sepertiku?

Tunggu, aku lupa menyembunyikan buku harianku. Apa jadinya nanti bila Mama mengintip dan memergokiku? Bisa digoda habis-habisan nanti?

Tapi aku bingung. Kenapa banyak orang yang memilih mengunci pintu rapat-rapat seperti mengurung diri? Menghabiskan waktu untuk menikmati angan yang hanya mengambang tanpa bisa digenggam? Bahkan justru ada yang tak sadar melewatkan kewajiban-kewajibannya dan acuh pada pekerjaannya? Apa benar ini cara tepat untuk menikmati rindu?

Jika demikian, tentu manusia menjadi tak berguna. Menutup diri pada kenyataan dan dibuat sibuk berangan. Jika memang seperti itu, lalu apa gunanya rindu? Apa manfaat Allah menghadirkan rindu?

Rindu seharusnya mengukuhkan keberadaan, memperbaiki keadaan dan mempersiapkan kematangan. Rindu seharusnya menuntun diri menuju reinkarnasi pribadi yang semakin baik, semakin santun.

Hingga saat pertemuan tiba, bukan kecewa yang ada tapi justru siap membersamainya di kehidupan yang nyata. Lebih dari sekedar angan dan bisa digenggam :)

Yogyakarta, 27 Agustus 2015
?

Inspirasi : Pertanyaan Sahabat pada Baginda SAW ttg siapa yang paling dicintai dari pengikutnya. ?Mereka yang hidup jauh setelah wafatku, tak melihat rupaku namun begitu besar rindunya padaku.? Jawab beliau sembari berisak tangis.

  • view 220