Aku, Hujan, dan Masa Depan

Muthmainnah Rati
Karya Muthmainnah Rati Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 25 Februari 2016
Aku, Hujan, dan Masa Depan

Waktu kecil, hujan adalah ?momen ?yang selalu kutunggu. Apakah hanya menikmatinya dari balik jendela atau sempat berbasah-basah di antara jutaan tetesnya, hujan selalu menyenangkan dan menakjubkan.

Aku suka hujan. Ah, bukan cuma aku, kau pun pasti suka. Waktu kecil, kita semua suka hujan. Bukankah begitu?

Semakin dewasa, perasaan kita tentang hujan kian berwarna. Ada yang semakin suka, ada yang menjadi benci setengah mati. Apa lagi sebabnya, kalau bukan kejadian dan pengalaman di masa lalu, yang kita sebut kenangan.

Orang bilang, hujan turun bersama berjuta kenangan. Sebanyak bulir bening yang ditumpahkan langit, sebanyak itu pula kenangan tumpah dari langit ingatan. Tak terhitung. Hujan mengantar kita pada nostalgia rasa. Membuat semua rasa kembali buncah. Sebanyak jumlah bulir yang menyapa bumi, sebanyak itulah rasa yang kembali menyapa hati. Orang-orang mengartikan hujan seperti itu. Aku juga begitu. Tapi itu dulu, sekarang tidak lagi.

Hujan adalah keniscayaan, siklus alam yang dengannya kehidupan menjadi seimbang. Banyak orang mensyukuri hujan. Tak sedikit pula yang mengumpatinya. Kata mereka, hujan membuat hati dibanjiri berbagai ?rupa peristiwa. Aliran hujan setia mengantar hati berlayar, menjenguk kenangan, yang menyenangkan, yang menyakitkan.

Tapi bagiku, hujan bukan lagi sebuah momen nostalgia rasa atau saat yang tepat untuk ?menjenguk kenangan. Buat apa? Masa lalu adalah masa lalu, dan biarlah tetap begitu.

Bagiku, hujan adalah latar dalam rancang masa depan. Ku-eja setiap harapan ketika hujan tumpah. Yang kuinginkan, kubayangkan, kulangitkan seiring hempasnya berjuta tetes bening dari atap semesta. Langit mencurahkan hujan, aku melangitkan bulir-bulir harapan.

Hujan bagiku adalah saat yang tepat untuk melangitkan segala pinta. Sebab hujan adalah salah satu momen dikabulkannya do?a. Jadi, daripada tenggelam dalam banjir kenangan, lebih baik melangitkan harapan, berharap Tuhan sudi menuntunku menggapai sebaik-baik masa depan. Bagaimana denganmu?

#MR, Waktu hujan sore-sore, 25.02.16

  • view 349