Mungkin Tuhan Sengaja

Mungkin Tuhan Sengaja

Muthmainnah Rati
Karya Muthmainnah Rati Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 16 Februari 2016
Mungkin Tuhan Sengaja

Mungkin Tuhan sengaja

Membentangkan jarak di antara kita

Mengulur waktu hingga ?belum bisa jumpa

Mungkin Tuhan sengaja

Mengajari kita pahami cinta

Semacam cara memintal rasa

Dalam harap dan pinta kepada-Nya ?.

?

Hai, kau yang masih entah ? adakah di sana kau mengharapkan pertemuan denganku? Adakah di sana kau meminta Tuhan menyegerakan kita bertemu? Maka dalam penantianmu itu, janganlah lelah ? yakinlah bahwa Dia akan kabulkan pintamu, yang juga menjadi harapku. Dalam masa menanti waktu, isilah dengan segala hal bermanfaat. Segala sesuatu yang kan membuatmu semakin dekat dengan Tuhan. Yang membuatmu semakin mencintai-Nya, hingga kelak kau mampu membimbingku untuk lebih mencintai-Nya juga.

Kau tahu? Aku bukanlah gadis sempurna yang mungkin selama ini terbayang di pikiran dan hatimu. Aku penuh kekurangan. Tidak, bukan berarti aku tak mensyukuri segala yang sudah Tuhan beri. Bukan seperti itu. Ini semacam kesadaran diri, betapa aku hanya makhluk lemah, sedangkan Dia-lah yang Mahasegala. Jadi, jangan kausematkan seluruh harapanmu padaku, tapi berharap saja pada Tuhan kita yang Mahakuasa atas segala sesuatu.

Basuh hatimu dengan segenap ikhlas dan tawakkal. Bahwa Tuhan-lah pemegang kendali kehidupan. Dia penentu takdir dari segenap kehidupan alam semesta. Juga hidupmu, pun hidupku, tanpa terkecuali.

Benar, kita seakan tak mampu membendung rasa ingin jumpa. Setiap detik waktu dipenuhi tanya. ?Siapa dia yang akan menjadi pendamping hidupku?? Pertanyaan semacam itu, mendenyut di nadi, berdetak di jantung hati. Kita penasaran. Ya, kita teramat sangat ingin tahu ? bukankah begitu??

Tapi, ingatlah ? segala sesuatu ada yang mengaturnya. Tuhan kita di sana melihat dan menilai. Jadi, daripada kita mengandaikan sesuatu yang berada di luar batas pengetahuan, lebih baik menyerahkan segala pada-Nya. Tugas kita hanya berusaha dan terus berdo?a. Menggantung harap pada-Nya. Semoga penantian ini tak lama lagi, semoga langkah kita telah menuju titik temu, semoga jarak kita telah mendekati takdir waktu.

Sampai waktunya tiba, mari kita benahi segala. Aku dengan segenap jiwa dan ragaku, pun demikian denganmu. Agar kelak ketika takdir mempertemukan, kita telah siap. Siap untuk membentangkan layar kita, mengarungi samudera rumah tangga, yang semoga akan menjadi sakinah, mawaddah, wa rahmah, dalam naungan restu Tuhan alam semesta ?.

?

Untuk kau

yang akan menemukanku di sebuah ?takdir waktu ?

Jaga dirimu,

dan di sini aku pun berusaha menjadi lebih baik

Menemukan kepantasan diriku agar mampu mendampingimu kelak

Kuyakin Tuhan kan mengirimkan kau yang hebat

Tidak, bukan yang kaya dan banyak harta yang kuharap

Kau yang hebat dalam ketaatanmu kepada Tuhan

Hingga mampu tuntun aku menuju surga-Nya yang kita dambakan ?.

?

#MR, seuntai harapan, 16.02.16

Ganbar diambil?di sini