Perjalanan Waktu

Muthmainnah Rati
Karya Muthmainnah Rati Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 09 Februari 2016
Perjalanan Waktu

Tak?terasa tahun telah berganti angka. Jika kutengok jejak-jejak di belakang, kusadar betapa waktu yang berlalu sudah sangat panjang, panjang langkah, panjang jalan yang sudah kususuri.

Dan di sini, kudapati betapa sang waktu begitu cepat melesat tanpa benar-benar kusadari. Lalu berapa tahun lagi tersisa waktuku? Satuan, belasan, puluhan?

Semoga berapa pun sisa usia, dapat kugunakan sebaik-baik tanpa ada penyesalan. Tidak mudah. Berkali-kali kuingatkan diri, berkali-kali pula aku lalai menyadari. Ada begitu banyak kesenangan yang membuatku larut dan lupa waktu.

Padahal aku perlu mengumpulkan bekal, padahal aku perlu mengumpulkan amal untuk menggugurkan dosa-dosaku yang sungguh tak terkira besarnya.

Aku melakukan banyak kesalahan. Sempat kusesali selembar masa lalu. Tapi, jika kurenungkan lagi. Itulah takdir yang telah diputuskan Langit untuk kujalani. Meski tentu saja semua berawal dari sebuah sebab, pilihan dan keputusan.

Maka, aku kini memilih untuk memahami ini sebagai konsekuensi, harga yang harus kubayar atas setiap pilihan dan keputusan.

Allah sedang mendidikku, membuatku mengerti. Agar di masa depan, tak ada lagi kesalahan yang terulang. Agar aku mampu menjalani hidupku lebih baik dan lebih bijak, serta lebih kuat dalam menghadapi setiap ujian dan cobaan-Nya.

Rasa sakit sudah berlalu. Atas semua itu, tak terhingga rasa syukurku. Bahwa Tuhan telah sudi menyelamatkan hatiku, aku mensyukurinya.

Berat di awal, tetapi semakin kucoba menerimanya sebagai bagian dari hidup yang sudah seharusnya kujalani, aku menjadi lebih ringan dan lapang.

Kini, masa lalu telah mampu kukenang dengan rasa yang biasa. Aku bahkan kerap menertawakan segala kebodohan.

Betapa hidup ini penuh lelucon dan aku tertawa hingga rasanya ingin menangis. Mungkin, inilah yang disebut luka yang manis.

Sudah kulapangkan hati atas setiap takdir yang telah terjadi, pun sudah kusiapkan hati untuk menyambut segala kejutan takdir di masa depan.

Semoga Tuhan selalu sudi memberiku kekuatan, agar tetap tegar ketika yang lain terlempar.

#MR, catatan malam ini, 09.02.16

Gambar diambil di sini

?

  • view 132