Jika Hidup Diringkas

Muthmainnah Rati
Karya Muthmainnah Rati Kategori Renungan
dipublikasikan 29 Mei 2017
Jika Hidup Diringkas

 

Alhamdulillah ...

Ramadhan sudah memasuki hari ketiga. Allah masih memberikan kita umur panjang dan kesehatan, dan itu adalah nikmat terbaik yang kita miliki dalam menjalankan ibadah puasa di bulan suci ini.

 

Seperti yang kita tahu, ibadah puasa terdiri dari 3 fase penting.

 

Yang pertama adalah waktu sahur. Sebelum melaksanakan ibadah puasa, kita semua dengan gembira bangun untuk melaksanakan ibadah sahur.

 

Sahur, adalah waktu terpenting karena ini merupakan kesempatan bagi kita untuk membekali diri dengan makanan dan minuman agar memiliki kekuatan menjalankan puasa selama lebih kurang 13 jam ke depan. Agar kuat menghadapi ujian selama berpuasa. Sebab puasa itu perjuangannya berat dan kita perlu bekal cukup agar kita menjadi kuat dan tahan ujian.

 

Fase selanjutnya dan yang terpenting adalah waktu berpuasa. Selama kurang lebih 13 jam kita ditempa ujian, diwajibkan untuk menahan haus dan lapar, dan berbagai jenis perintah dan larangan yang harus kita patuhi agar puasa kita bernilai sempurna. Tentu saja ini tidak mudah, sebab kita melaksanakannya tidak hanya dalam waktu satu atau dua hari, tetapi selama tiga puluh hari. Tapi, seberat apa pun ujian puasa, tetap ada akhirnya.

 

Akhir ibadah puasa berada di fase ketiga, yaitu waktu berbuka. Di fase inilah, semua perjuangan kita selama 13 jam berakhir dengan kenikmatan-kenikmatan yang luar biasa. Nikmat berbuka puasa itu indah sekali. Kita telah berhasil melalui ujian, menaklukkan diri kita sendiri. Dan tentu saja, kita akan mendapatkan ganjaran pahala yang sangat besar, ketika kita berhasil menjalankan puasa sebaik-baiknya. 

 

Nah, jika direnungi, fase-fase yang kita lalui dalam ibadah puasa, sangat mirip dengan perjalanan  kehidupan kita.

Jika perjalanan hidup diringkas dalam 13 jam, ibadah puasa adalah miniaturnya.

 

Perjalanan hidup dimulai dari alam rahim, yang menjadi tempat kita mendapatkan berbagai bekal untuk menjalani kehidupan kita selanjutnya. Allah menganugerahkan kita berbagai kemampuan sebagai penunjang kehidupan kita kelak ketika terlahir ke dunia, agar kita mampu menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya.

 

Ketika bekal kita telah cukup, maka kita dilahirkan menuju alam dunia. Kehidupan yang kita jalani di dunia ini memiliki misi yang besar, yaitu beribadah kepada Allah. Kita terikat dengan berbagai aturan, berbagai perintah dan larangan, juga berbagai ujian dan cobaan yang menguji iman. Namun, seberat-beratnya kehidupan, pada waktunya akan berakhir juga.

 

Dan akhir dari segalanya adalah  alam akhirat, di mana kenikmatan-kenikmatan bisa kita raih, setelah perjuangan panjang di dunia yang melelahkan. Jika kita hidup dengan benar, menaati setiap perintah dan menjauhi semua larangan, maka Allah akan mengganjar kita dengan pahala yg besar dan kenikmatan surga yang abadi sepanjang masa.

 

Maka, ketika menjalankan ibadah sahur, hayatilah dengan penuh kesyukuran bahwa Allah telah memberikan kita bekal yang cukup ketika berada di alam rahim. Lalu saat menjalankan ibadah puasa, hayatilah bahwa kita perlu bersabar dalam menghadapi ujian yang Allah berikan, mentaati semua perintah dan larangan-Nya, bahwa semuanya akan berakhir indah jika kita bisa melaluinya dengan rangkaian sikap yang baik, penuh keimanan dan ketakwaan.

 

Lalu ketika waktu berbuka datang, kita hayati dengan penuh kesyukuran bahwa Allah masih memberikan kita kesempatan memperoleh berbagai kenikmatan berbuka puasa yang begitu indah, sambil terus berharap Allah akan memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang memperoleh kenikmatan-kenikmatan yang lebih besar kelak di alam akhirat.

 

Selamat menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1438H, semoga panjang usia dan selalu sehat jiwa raga kita ....

 

#MR, 3 Ramadhan 1438H 

*Ditulis kembali oleh Rati, mengacu pada materi kedua dalam buku "Kangen Ramadhan Lagi" karya Ust. Arafat

Gambar diambil di sini

  • view 120