Menantang Ketidakpastian

Muthmainnah Rati
Karya Muthmainnah Rati Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 03 Februari 2016
Menantang Ketidakpastian

Beginilah, seperti inilah tanggung jawab, mengusahakan agar semuanya baik baik saja tanpa masalah. Dengan begini baru bisa tidur nyenyak.

Bisnis itu pekerjaan besar, menantang ketidakpastian. me-menej uang, barang, tenaga, dan pikiran agar semua berjalan seimbang, dan memberikan hasil yang baik.

Bisnis mengajarkan kita untuk berani, bersahabat, berdamai dengan segala ketidakpastian, mengelola harapan, berjiwa besar. Bahwa tidak selalu semuanya berjalan sesuai apa yang kita harap. Bahwa tidak selalu semuanya berhasil sesuai dengan rencana.

Segala hal terjadi dalam bisnis, kemungkinannya tak terbatas. Mungkin untung, mungkin buntung alias rugi.

Segala pengalaman mengajarkan banyak hal, bahwa yang terpenting adalah berusaha sebaik mungkin, lakukan yang terbaik. Maka hasilnya terserah Tuhan.

Luruskan niat, berbisnis untuk membantu orang memenuhi kebutuhannya. Maka uang hanyalah akibat yang akan terus menerus kita terima.

Ikhlas membantu, jangan pikirkan keuntungan. Yang penting orang suka, senang, puas, maka tanpa disuruh, mereka akan kembali untuk bertransaksi dengan kita.

Peduli dengan apa yang mereka inginkan, harapkan, berusaha memenuhinya. Mendengarkan saran mereka.

Ketika kita peduli. Mereka pun akan lebih peduli dan akan terus mengingat kita, dan loyalitas mereka akan bertambah.

Ketika kita mendapatkan banyak, melebihi apa yang kita harapkan, melebihi apa yang kita perhitungkan, maka kita harus mensyukurinya. Pun ketika kita mendapatkan kurang, bahkan ketika kita tak mendapatkan apa pun, kita tetap harus mensyukurinya.

Sebab sejatinya, ketika bukan materi yang menjadi orientasi kita, kita akan tahu bahwa kita sudah mendapatkan hasil. Meskipun bukan dalam bentuk materi. Bahwa kita sudah berani mencoba memasarkan sebuah produk, meski perhitungan kita meleset, itu lebih baik, kita mendapatkan pengalamannya. Kita jadi tahu apakah itu cocok atau tidak, di mana letak kesalahannya, agar di masa depan, hal seperti itu tak perlu terjadi lagi.

Sejatinya, segala usaha yang kita lakukan akan berdampak hasil. Apakah hasilnya baik atau buruk, untung atau rugi, semuanya berarti. Semuanya mengandung hikmah.

Asal kita tidak mudah menyerah ketika mengalaman kerugian, asal kita tidak jengah ketika mendapat keuntungan.

Tidak selamanya untung, juga tidak selamanya rugi. Semua berproses, dan ada pelajaran yang bisa dipetik, untuk membuat kita lebih jeli, lebih mahir dalam memperhitungkan seegalanya, lebih pandai membaca peluang, sehingga di masa depan, kita mampu mencetak lebih banyak keberhasilan dan keuntungan serta mampu meminimalkan kegagalan/kerugian.

Intinya, berjalan dan terus berjalan sambil belajar, mengamati, merenungi, mempelajari segala hal. Seperti yang pernah dikatakan Entrepreneur ulung, Alm.Bob Sadino, ada batu disingkirkan, ada lubang diloncati, ada bukit belok ke jalan lain, ada api mundur sejenak cari cara memadamkan. Asal jangan pernah berhenti. Sebab berhenti berarti mati.

Tetap berjalan dan terus berjalan maka kita akan sampai. Meski badan remuk redam dan kita kelelahan, pada akhirnya kita akan sampai dan kita telah menjadi lebih baik dan semakin baik pada akhirnya nanti.

?

#MR, Sumbawa jelang tidur, 03.02.16