Buang Jauh Jeruk Nipis-mu

Muthmainnah Rati
Karya Muthmainnah Rati Kategori Motivasi
dipublikasikan 06 November 2016
Buang Jauh Jeruk Nipis-mu

Bahwa Allah telah memberikan takdir hidup manusia itu bahagia dan mulia, dan diberikan kelapangan hati.

Tapi, ada begitu banyak manusia yang tenggelam dalam hiruk pikuk kehidupan, penuh masalah, bencana, kesempitan, kesedihan, air mata, dan derita.

Mengapa demikian?

Jawabannya adalah karena kita menggenggam jeruk nipis.

Loh, apa hubungannya?

Begini ...

Cobalah luangkan waktu sejenak, untuk menutup mata kita.

Bayangkan kita berada di rumah, lalu berjalan ke dapur. Di sana, di atas meja, tersaji buah pisang, mangga,  pepaya, dan  sebuah jeruk nipis.

Kita disuruh memilih untuk mencicipi salah satunya, dan kita memilih jeruk nipis. Lalu  kita membelahnya dan mencicipinya, memeras dan meneteskannya di lidah kita. Bagaimana rasanya? 

Coba luangkan waktu sejenak untuk memejamkan mata dan membayangkan hal di atas, sebelum melanjutkan membaca.

Sudah?

Bagaimana? Asam kan? Benar? Pasti terasa asam di lidah kita.

Bahkan hingga kita membuka mata, rasa asam itu masih saja menetap di lidah, terasa sekali. Padahal nyatanya, jeruk nipis itu tidak ada. Hanya ada di bayangan, di pikiran, dia tidak nyata, tapi kecutnya sangat terasa.

Begitu juga dengan kehidupan kita.

Rasa sedih, kesempitan, kesusahan, kecemasan, terhadap sebuah masalah. Pikiran-pikiran negatif tentan hidup, ketika kita mendapatkan sebuah masalah.

Bagaimana jika begini, bagaimana jika begitu, kita membayangkan hal-hal buruk. Padahal itu tidak terjadi di kehidupan kita. Itu tidak nyata.

Tapi karena kita membayangkannya, alam bawah sadar kita merekam dan menganggap itu nyata, sehingga akhirnya, semua rasa, pikiran, dan bayang-bayang itu melekat dalam diri kita. Padahal nyatanya itu tidak pernah ada. Tapi karena kita membayangkannya, akhirnya yang terjadi benar-benar seperti itu.

Alam bawah sadar tidak bisa membedakan antara kenyataan dan bayangan/khayalan.

Jadi, apa yang kita bayangkan atau pikirkan, tanpa kita sadari, alam bawah sadar akan merekam dan bahkan mempercayainya sehingga apa yang kita rasakan benar-benar akan terjadi.

Ketika sebuah masalah muncul. Lalu kita mengeluh, maka masalah itu akan semakin runyam.

Semakin kita menggenggam jeruk nipis, maka asamnya akan menetes tidak hanya di lidah, tapi di seluruh tubuh kita. Di seluruh bagian hidup kita, perasaan negatif akan mengepung.

Sebaliknya ketika kita melepaskan jeruk nipis itu, semakin kita menjauhinya, kita akan mampu berpikir jernih dan menemukan solusi dari setiap permasalahan.

Hati akan menjadi lapang dan tenang menghadapi setiap masalah, ujian,dan keadaan yang sulit.

Kita harus sadar, bahwa segala hal negatif hanyalah bayang-bayang dalam kehidupan kita.

 Itu tidak nyata. Tidak akan terjadi hal yang tidak baik, tidak akan kita merasakan kesusahan, kesedihan, dan hal negatif lainnya jika kita tidak membayangkannya.

Ketika sebuah masalah muncul, tanggapi dengan positif.

"Alhamdulillah ya Allah, Engkau memberikan aku ujian ini."

"Alhamdulillah ya Allah, cuma uang 10 juta yang hilang. Untung bukan tangan, untung bukan jari, untung bukan ginjal!"

 

Kita lahir tanpa membawa apa pun, lalu dalam kehidupan, kita mendapatkan banyak hal, itu rejeki yang Allah titipkan. Hanya karena ijin-Nya, semua yang kita miliki sekarang bisa kita dapatkan, kita nikmati.

Namun sejatinya, Itu milik Allah, bukan milik kita. Kita hanya dipinjamkan.

Lalu ketika Dia mengambil kembali sebagian dari apa yang sudah Dia berikan. Mengapa kita sedih? Marah? Merasa kehilangan? Mengapa kita mengeluh?

Jika begitu, berarti ada yang salah dalam diri kita.

Kita tidak seharusnya menangisi apa yang bukan milik kita.

Kita harus melepasnya dengan lapang. Semua yang Allah beri, semua yang Allah ambil kembali, itu juga adalah bagian dari rejeki.

Jika kita sudah melepaskan jeruk jipis, maka kita akan bisa menerima dengan lapang dada.

Tapi jika kita masih menggengam jeruk nipis, maka kita akan menderita.

Ketika sebuah masalah muncul, ya sudah, muncul saja, kenapa kita begitu memikirkannya sampai pusing?

Allah menakdirkan kita menghadapi sebuah masalah karena kita pasti mampu menghadapinya.

Akan ada solusi, akan ada jalan keluarnya.

Buat apa dibikin runyam dengan mencemaskannya berlebihan?

Setiap bayangan buruk terjadi, kemungkinan-kemungkinan buruk, bagaimana jika, bagaimana kalau. Segala pengandaian itu, tepis!

Karena itu tidak nyata. Itu hanyalah jeruk nipis kita, bayang-bayang di alam bawah sadar, yang kita ciptakan sendiri.

Di kehidupan nyata, hal itu tidak ada! Di kehidupan nyata, kita baik baik saja.

Jadi, buang jauh jeruk nipis itu. Jangan digenggam, jangan dipelihara.

Jika kita sudah bebas dari jeruk nipis, maka insya alloh kita akan selalu bahagia, lapang dada kita, ikhlas, enteng hati kita, apa pun yang menimpa, kita akan mampu untuk tetap bersyukur.

Positif thingking, positif feeling, ikhlas. Maka kita akan mampu menemukan solusi-solusi dari setiap masalah yang kita hadapi.

Tidak hanya solusi, tapi rejeki juga akan berdatangan ke dalam kehidupan kita. Insya Allah.

Buang jauh jeruk nipis kita, bersiaplah sambut solusi dan rejeki, ketenangan hati dan pikiran,  kesehatan jiwa, dan raga. Insya Allah ....

~~~

*Ditulis kembali oleh Rati berdasarkan audio "Jeruk Nipis" oleh Ust.Nasrullah di chanel Telegram @rahasiamagnetrezeki  

#MR, 06.11.2016

Gambardiambill di sini


  • Aisyah Nurcholis
    Aisyah Nurcholis
    11 bulan yang lalu.
    Awalnya, kukira tulisan ini tentang efek samping penggunaan jeruk nipis haha xD semula takut, soalnya sering menggunakan jeruk nipis in daily basis.
    Namun ternyata, tulisan ini tentang sebuah rangkaian filosofi indah? wah, hilang deh ketar-ketir nya smile > bikin hati adem,euy smile >

  • SAM FIRDAUS
    SAM FIRDAUS
    1 tahun yang lalu.
    Filosofinya bagus sih kak.
    Btw ada typo lho di bagian "Pikiran-pikiran negatif tentan hidup"

    • Lihat 6 Respon