Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 1 November 2016   21:13 WIB
Sebab Cinta Tak Butuh Maaf, Sebab Aku Mencintaimu

Mungkin sekarang kau belum mengerti. Tapi, aku tak punya pilihan selain pergi. Meski itu berarti, kita berdua akan berkarib dengan nganga luka. Meski akan terasa perih, bersabarlah sebentar saja.

Aku tak yakin, siapa di antara kita yang akan terluka lebih parah. Mereka bilang, “orang yang cintanya lebih besar adalah yang lebih lemah.” Sedang aku yakin, kita telah merayakan kebersamaan dalam curahan cinta yang sama derasnya.

Dan karena derasnya cintaku, aku akan menjauh. Sebab, membersamaimu lebih lama lagi, adalah sebuah kejahatan. Sedang aku telah mulai mengerti, cinta hanya akan berkah ketika dirayakan dalam  naungan mahlihgai rumah tangga. Cinta hanya akan mewujud selamat setelah terucap janji atas nama-Nya.

Sebenar cinta adalah kesanggupan tuk membimbing menuju surga dan melindungi dari api neraka. Sebab aku cinta kau, ku harap tuk lindungimu dengan perpisahan ini.

Aku akan pergi, mencari bekal ilmu. Agar mampu kupetakan surga, dan membimbing langkahmu menuju ke sana.

Tak kurisaukan tentang kesanggupanmu menerima kepergianku. Sebab kutahu, kau adalah wanita dengan keluasan hati yang tak terjangka. 

Juga ta kucemaskan tentang rasamu yang kan berubah kapasitasnya. Sebab kutahu, kesabaranmu mengasuh  luka hati, adalah bukti cinta yang tak perlu kuragukan lagi.

Maka dengarlah, wahai wanitaku ...

Usah kau risaukan perpisahan  ini. Jika Tuhan takdirkan bersama, sejauh mana jarak terbentang, padamu jua langkahku pulang.

Tak kan ku ucap  maaf. Sebab cinta tak butuh maaf. Sebab aku tak sedang mengkhianatimu. Pun aku tak sedang menyakitimu. Jika tetap terasa pilu, pintalah Tuhan tuk rawat hatimu.

Semoga kau baik-baik saja, sampai waktu yang tepat tiba. 

Jaga hatimu, pintakan Tuhan tuk menjadi tangguh dan lapang.

Nanti, saat  telah sanggup tuntun jalanmu, aku kan  kembali, mengikatmu selamanya  dengan janji suci. Lalu kita berdua, beriring langkah, menyusuri peta menuju Surga yang kita damba. Semoga Tuhan sudi persatukan kita pada akhirnya.

#MR, 01.11.2016

Gambar diambil di sini

Karya : Muthmainnah Rati