Keep Calm, Jangan Heboh!

Muthmainnah Rati
Karya Muthmainnah Rati Kategori Renungan
dipublikasikan 01 November 2016
Keep Calm, Jangan Heboh!

Hidup tak pernah biasa-biasa saja. Akan selalu ada hal-hal yang mengganggu dan mengganjali perjalanan hari-hari, hal-hal yang membuat kita tak bisa tidur nyenyak, tak bisa bernapas lega, tak bisa makan dengan lahap. Hal-hal yang rumit, hal-hal yang kita sebut 'masalah'.

Tak seorang pun luput dari masalah. Setiap orang berjibaku dengan hidupnya sendiri, dengan tingkat kerumitan yang tidak pernah sama. Suatu hal yang dianggap biasa saja oleh seseorang, bisa menjadi hal rumit bagi orang lain, begitu juga sebaliknya.

Sejalan dengan kerumitannya yang berbeda, sikap dan sifat hidup tiap manusia juga tidak pernah sama. Ada orang-orang yang pandai mengelola masalah,  seseorang yang mampu membungkus rapat semua keluh-kesahnya, hingga dia terlihat selalu tenang, tanpa seorang pun tahu bahwa dia sedang menanggung sebuah beban duka.

Bahkan orang lain selalu iri padanya yang selalu terlihat bahagia. Tanpa tahu sekeras apa perjuangannya, tanpa tahu sederas apa air matanya.

Orang lainnya, begitu tidak becus mengurus masalahnya sendiri, sehingga dia hanya berkeluh kesah sepanjang hari. Pun kegundahannya itu dia proklamasikan ke setiap jaringan media sosial, sehingga seluruh dunia tahu. Entah apa tujuannya.

Seolah dia adalah makhluk paling penting di muka bumi, yang setiap orang harus  tahu dan mengerti tentang apa yang dia alami.

Padahal, bisa jadi, masalahnya itu hanya masalah kecil, namun dia membesarkannya dengan begitu dramatis. Entah apa yang dia cari dengan mengumumkan kegundahan kepada seluruh dunia. Jika dia mengharapkan simpati, mungkin dia gagal.

Sebab bisa jadi, orang-orang menilai dia sebagai orang yang tidak bijak, menganggapnya hanya cari perhatian, kurang kerjaan, atau haus kasih sayang. 

Intinya, apa pun masalah yang kita hadapi, entah itu masalah kecil atau pun masalah yang demikian rumit, bagaimana sudut pandang dan cara kita menyikapinya adalah yang terpenting.

Benar, sudut pandang kita terhadap suatu masalah sangat penting karena itu sangat mempengaruhi cara kita menyikapinya.

Apakah kita memandangnya dengan cara positif, atau dengan cara negatif, semuanya mempengaruhi hasil. 

Masalah adalah ‘soal ujian’ yang Tuhan berikan kepada kita. Bagaimana cara kita mengerjakan dan memecahkan soal tersebut, tentu sangat berpengaruh terhadap jawaban dan hasil penilaian dari Tuhan.

Jika kita bisa menyelesaikannya dengan baik dan dengan cara yang benar, maka nilai kita pasti akan baik. Sebaliknya, ketika kita menyelesaikannya dengan cara yang salah, atau bahkan melarikan diri dari penyelesaian masalah, maka nilai kita pun akan bermasalah, dan tentu saja Tuhan tidak akan suka.

Jadi, bijaklah dalam menghadapi sebuah masalah. Keep calm, jangan  heboh. Hadapi dengan tenang, ceritakan pada Tuhan dan mohon pertolongan-Nya. Selain itu, berusahalah untuk selalu bersikap dan berpikir positif. Sadarilah bahwa sebuah masalah adalah cara Tuhan mendewasakan, mendidik kita menjadi manusia yang lebih baik dan lebih tangguh di masa depan.

Ingatlah, sebesar-besar masalah, Tuhan kita lebih Besar dan  Mahabesar. Ketika kita meminta pertolongan-Nya, Dia akan tunjukkan jalan, lebih  dari yang pernah kita harapkan, dengan cara yang tak pernah kita bayangkan.

#MR, 01.11.16

Gambar diambil di sini