Tentang Perpisahan

Muthmainnah Rati
Karya Muthmainnah Rati Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 30 Oktober 2016
Tentang Perpisahan

Perpisahan adalah cara Tuhan memberikan jeda. Memberi kesempatan kepada masing-masing kita untuk membaca diri, menyelami hati kita sendiri.

Perpisahan selalu mampu menciptakan sebuah ruang dengan tiba-tiba. Menjadi ada begitu saja, seketika penuh sesak oleh berbagai rasa; kesedihan, kehilangan, pengandaian, penyesalan, dan tentu saja, rindu.

Rindu yang menyesakkan. Begitu sesak hingga tiap tarikan napas menjadi sangat menyakitkan.

Orang bilang,  kita tak akan mampu menilai dan menyadari arti keberadaan seseorang, sampai orang itu pergi. Saat itulah, ketika seseorang telah pergi dari hidup kita, barulah kita akan merasakan, betapa berartinya dia bagi kita.

Betapa kita tak bisa terbiasa tanpa dia. Betapa kita tak pernah mengantisipasi ketiadaannya.

Perpisahan selalu mampu menciptakan ruang yang terasa sesak dan menyakitkan. Sesak oleh kesedihan, sakit oleh kehilangan.

Dan kehilangan paling menyakitkan adalah perpisahan yang tak akan pernah berjumpa lagi. Ketika kita tahu, seseorang telah pergi, tak akan pernah kembali lagi, selama-lamanya.

Ketika kita menyadari,dia telah pergi tanpa mampu kita pandangi wajahnya lagi. Ketika kita bahkan tak menyadari bahwa dia akan pergi. Ketika kita belum sempat mengungkapkan isi hati. Itulah perpisahan yang paling perih, kehilangan yang paling menyayat hati.

#MR, 30 Oktober 2016

Gambar diambil di sini


  • Nugroho Tri Wibowo
    Nugroho Tri Wibowo
    1 tahun yang lalu.
    Nulis tentang perpisahan memang selalu menarik untuk penulisnya. Tentang perpisahan, tentang sebuah jarak yang kita tinggali, berpisah dengan sengaja namun tidak kita sadari. Salam

    • Lihat 1 Respon

  • 31 
    31 
    1 tahun yang lalu.
    Ada menjadi tiada...karena kita adalah tiada yang dijadikanNya ada..
    ~so sweet mbak rati