Ketika Jalan Pulang Terbentang Lapang

Muthmainnah Rati
Karya Muthmainnah Rati Kategori Motivasi
dipublikasikan 06 Juni 2016
Ketika Jalan Pulang Terbentang Lapang

1 Ramadhan 1437 H…

Alhamdulillah, Tuhan kita yang Maha Penyayang itu telah sudi memanjangkan usia hingga kita bisa kembali jumpa dengan ramadhan yang mulia.

Sungguh ini anugerah yang tiada hingga, tak ternilai, sebab kita masih diberi kesempatan besar.

Ramadhan adalah bulan penuh kemanjaan. Betapa tidak?

Tuhan kita yang Maha Pemurah itu,  selama satu bulan penuh, akan menyuguhkan kita dengan jamuan ampunan dan pahala yang berlipat ganda.  Ladang amal bertebaran di mana-mana. Kita hanya perlu berbuat baik, menanam semua bibit kebaikan yang mampu kita lakukan, agar berhak memetik buah pahalanya yang akan tumbuh lebih subur, berkali lipat lebih banyak dibanding bulan-bulan biasa.

Betapa Tuhan sedang menghamparkan jalan lapang di hadapan kita untuk melakukan kebaikan. Dia menyuguhkan kesempatan untuk kembali, berharap kita pulang. Pulang untuk menyadari tentang hakikat kita sebagai seorang hamba. Pulang untuk menyadari ke-Mahakuasa-an diri-Nya yang menguasai segala kehidupan. 

Kita telah menempuh perjalanan panjang yang penuh liku. Tuhan tahu itu. Tuhan juga tahu, betapa  kita telah melakukan banyak keburukan dalam tiap tapak langkah yang terayun selama perjalanan.

Lalu sekarang, dimulai dengan hari ini, Dia membentangkan jalan bagi kita untuk pulang, menyeka setiap noda, aroma, dan peluh pekat dosa.

Jangan sampai kita termasuk orang yang rugi, tidak mampu menggarap sejengkal pun ladang amal, tidak berhak memanen pahala dan memperoleh ampunan-Nya.

Jangan sampai kita tidak pulang ketika Tuhan mengharapkan kita bersimpuh di hadapan-Nya. Hanya orang bodoh nan mati hatinya, yang menyia-nyiakan kesempatan tanpa sedikit pun kesedihan atau penyesalan.

Semoga kita mampu menangkap kesempatan terbaik dalam jamuan besar yang sedang Tuhan hidangkan. Jadikan Ramadhan kali ini sebagai Ramadhan terbaik, karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Bisa jadi, usia kita telah mendekati akhir perjalanan. Bisa jadi, besok lusa kita diharuskan pulang tanpa pernah bisa kembali menangkap kesempatan lagi.

Selamat menunaikan ibadah puasa, semoga selalu kuat, sehat, dan selamat.

#MR, 06.06.2016

Gambar diambil di sini

  • view 118