Menulis Saja, Ungkapkan Semua ....

Muthmainnah Rati
Karya Muthmainnah Rati Kategori Motivasi
dipublikasikan 12 Mei 2016
Menulis Saja, Ungkapkan Semua ....

Saya merasa bersyukur tidak melewatkan Kelas Diskusi Grup Whatsapp "Inspirator Seeker" pada 11 Mei 2016 kemarin. Banyak sekali ilmu baru yang saya dapatkan, semuanya sangat mengesankan.

Selain pembukaan yang apik dengan mengemukakan tentang teko pikiran dan teko perasaan, saya juga sangat terkesan dengan pernyataan Bang Fahd yang satu ini:

"Menulis saja dengan riang dan bebas, tak usah sibuk mengurusi target jumlah karakter, jumlah halaman, apalagi berapa lama."

Setelah diskusi selesai dan pamit tidur (karena di sumbawa sudah jam 11 malam), saya tidak bisa langsung terlelap. Saya membaca lagi materi diskusi dan merenungi banyak hal. Terutama tentang pernyataan Bang Fahd yang seolah sedang menegur dan menyadarkan saya.

Selama ini, dalam proses menulis, saya sering mempertimbangkan banyak hal. Ketika sebuah ide muncul, tidak hanya baris-baris aksara yang berkelebat di pikiran saya. Tapi juga muncul penyakit "jangan-jangan".

"Ide ini menarik gak ya? Jangan-jangan membosankan buat orang lain." 

"Jangan-jangan gak ada yang mau baca nantinya."

"Jangan-jangan kepanjangan"

"Jangan-jangan bahasanya jadi amburadul gak sesuai EYD"

Dan sebagainya, dan sebagainya ....

~~

"MENULIS SAJA DENGAN RIANG DAN BEBAS."

Saya betul-betul disadarkan bahwa penyakit "jangan-jangan" hanyalah sebuah kecemasan yang tidak penting, rupanya. Bahwa ketika menulis, kita harus melakukannya dengan hati riang dan  membebaskan diri dari berbagai kecemasan.

Tulis saja semua yang terlintas di pikiran, terus dan terus sampai kita merasa itu cukup. Yang penting tulisan kita telah selesai, kelar, tuntas, tidak menggantung (memangnya jemuran? :D).

Yang paling penting TULISAN ITU SELESAI. Seperti yang dikatakan Bang Fahd bahwa TULISAN YANG BAIK ADALAH TULISAN YANG SELESAI.

Jadi, tidak usah pusing sengan semua "jangan-jangan" yang berpotensi mematikan semangat dan kreativitas. Tidak usah pusing dengan semua aturan ketika kita sedang menuangkan gagasan kita.

Naah, ketika tulisan kita sudah benar-benar selesai, barulah kita mulai menyusurinya kembali dari huruf pertama sampai huruf terakhir. Kita edit supaya semakin bagus. Jeli melihat typo, menyingkirkan kalimat yang mubazir, menyesuaikannya dengan EYD (Jika memang harus sesuai EYD), dan hal-hal lain yang membuat tulisan kita semakin apik.

Ketika kita sudah merasa yakin dengan hasil akhirnya, segera sebarkan tulisan itu, posting di Inspirasi.co,  share di media sosial lainnya, agar orang-orang bisa membacanya.

Sebab seperti yang diungkapkan Bang Fahd, tulisan yang baik itu tak sekedar tulisan yang selesai, tetapi tulisan yang sampai ke hadapan sidang pembaca.

Tapi, bagi sebagian orang, langkah akhir ini justru menjadi yang tersulit. Terutama bagi para pemula.

Tiba-tiba saja kita mengalami krisis percaya diri. Kita merasa ragu, takut jika tulisan kita tidak ada yang membacanya.

"Bagaimana kalau orang tidak suka?"

"Bagaimana kalau orang meremehkan?"

"Bagaimana kalau orang lain lebih banyak tahu tentang tema yang kita bahas?"

Ah ... pokoknya tidak terhitung kecemasan yang menciutkan nyali kita.

Terkait hal ini, Bang Fahd juga memberikan tips agar  percaya diri dalam menulis.

"Percayalah bahwa orang lain tidak sebodoh yang Anda kira tetapi mereka juga tak sepandai yang Anda duga. Mereka manusia biasa. Santai saja."

~~

Jadi, menulislah dengan riang dan segera perkenalkan kepada orang-orang tentang tulisan yang sudah kita selesaikan. Bisa jadi banyak orang membutuhkan informasi menyangkut  hal yang kita tulis. Karena tidak ada seorang pun yang tahu tentang segala hal.

Jika pun orang lain sudah tahu lebih banyak, terserah mereka mau menanggapinya bagaimana. Tidak usah pusing tentang hal itu, yang penting kita sudah berkarya.

Selama kita tidak merugikan orang lain, santai saja.

Terus saja menulis, tak usah  peduli dunia akan menghargai atau meremahkan atau bahkan menertawakan.

Urusan kita bukan dengan mereka. Urusan kita dengan Tuhan, untuk mempertanggungjawabkan setiap perbuatan.

 

Tetap semangat berkarya ...

Menuang inspirasi, melejitkan potensi ...

~~

#Terima kasih sekali lagi untuk Bang Fahd atas ilmu-ilmu tang dibagikan semalam, juga kepada mbak Anna Pryana yang sudah mau repot-repot mengaturkan jadwal untuk kelas diskusi, juga terima kasih untuk kekompakan dan semangat teman-teman inspirator sehingga acara kita semalam berjalan lancar dan seru.

Gak sabar menunggu Kelas Diskusi selanjutnya :D

#MR, tentang hal-hal yang mengesankan, 12 Mei 2016