Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 24 April 2016   20:57 WIB
Kejamnya, Lidah Tidak Bertulang

Berabad-abad lampau, Rasulullah SAW telah bersabda tentang pentingnya menjaga lisan. Bahwa lisan adalah salah satu sumber keselamatan.

????? ??????? ?? ?????????

"Keselamatan manusia tergantung pada penjagaan lisannya."

 

Tapi sepertinya, banyak manusia yang enggan untuk mematuhi, atau mungkin sudah lupa tentang pentingnya menjaga lisan.

 

Betapa banyak orang yang berbicara tanpa berpikir, yang mengatakan hal-hal yang ada di pikirannya tanpa memikirkan akibat dan dampak dari ucapannya tersebut. Sudah banyak buktinya, orang-orang yang tergelincir hidupnya karena tidak mampu menjaga serangkai daging tak bertulang di rongga mulutnya.

 

Salah satu bukti nyata terjadi di negara kita. Berita yang sempat ramai dibicarakan dan membuat heboh berbagai pihak, adalah kasus yang menimpa artis pemilik "Goyang Itik" yang fenomenal, Zaskia Gotix. Betapa dua kata sepele menjadi senjata makan tuan baginya, karena terlontar dalam konteks dan ruang waktu yang tidak seharusnya.

 

Niat bercanda yang ternyata melampaui batas, kata "32 Agustus" dan "Bebek Nungging" yang terucap begitu saja, justru menjadi boomerang, dianggap melecehkan lambang negara, dan membuatnya harus berurusan dengan hukum. Siapa sangka, kata-kata yang terlontar ringan dari lisanya begitu dahsyat dampaknya, membuat dia tersandung hukum dan terancam 5 tahun penjara.

 

Bukan itu saja, dia juga mendapat kecaman dari berbagai pihak, menjadi sasaran caci maki netters, bahkan penghargaan-penghargaan yang pernah diraih sepanjang karier musiknya diputukan untuk dianulir. Canda yang membawa petaka. Betapa mengerikan.

 

Ada banyak bukti tergelincirnya hidup manusia tersebab lisan yang tak mampu dijaga. Maka tidak salah semua sabda, pepatah  juga petuah tentang bahaya lisan dan keharusan untuk menjaganya. Demi keselamatan hidup kita.

 

Jika ingin selamat, hanya ada dua pilihan. Berkata benar atau diam. Sebab ketika lisan telah mulai "berkicau", kita  tidak akan sadar telah berbicara panjang lebar, bahkan kita bisa lupa, tentang apa saja yang sudah kita ucapkan.

 

Tersebab lidah tak bertulang, maka tak mudah bagi kita untuk mengendalikannya. Lisan bisa lebih kejam menusuk dan meyakiti, melebihi pisau belati. Bukan hanya raga, jiwa pun akan lebih merasakan sakitnya. Bahkan mampu membuat hidup seseorang berubah haluannya.

 

Waspadalah ....

Jangan sampai kita melontarkan pernyataan tanpa pertimbangan. Jangan sampai lisan kita menjelma pedang yang mnggores hati tanpa kita sadari. Jangan sampai lontaran lisan memantul sebagai senjata makan tuan dan menjadi sebuah penyesalan.

 

#MR, 24.04.2016

*muhasabah sebelum jemput mimpi

Karya : Muthmainnah Rati