Nyatanya, Tuhan Memilih Kita

Muthmainnah Rati
Karya Muthmainnah Rati Kategori Motivasi
dipublikasikan 26 Januari 2016
Nyatanya, Tuhan Memilih Kita

Apakah kita pernah diberi pilihan untuk untuk menjalani hidup di dunia? Apakah kita pernah ditanya, "ingin hidup atau tidak?" tidak pernah, kan? Namun nyatanya, Tuhan memilih kita.

Nyatanya kita diberi napas kehidupan, menjalani hari-hari yang berwarna. Apakah kita pernah meminta untuk diciptakan dan dilahirkan? Tidak, kan? Namun nyatanya, Tuhan memilih kita.

?

Lalu, apakah Tuhan hanya memilih kita begitu saja? Tidak, kan?

Kenapa harus diri kita, kenapa tidak jiwa yang lain saja? Apakah kita akan punya kesempatan untuk menanyakan ini kepada Tuhan? Tentu saja tidak akan pernah ada kesempatan itu.

?

Maka, karena kita sudah hidup, terima saja kehidupan ini sebagai sebuah anugerah. Meski ini bahkan tidak pernah menjadi sebuah pilihan, kita sudah hidup di dunia ini. Tentu kita tidak dibiarkan hidup begitu saja. Ada tujuan, ada misi, ada harapan yang disematkan Tuhan.

?

Ada sebab, ada rencana, ada skenario yang sudah ditentukan Tuhan.

?

Ketika kita sudah berada di dunia ini, tidak ada tempat untuk berlari. Benar, hidup tak selalu mudah. Tuhan pun tak pernah mengatakan bahwa hidup akan semudah membalik telapak tangan. Tapi. Apakah karena sebuah kesulitan kita hanya akan diam dan menyerah begitu saja? Pernahkah kita berpikir, "apa maksud Tuhan dengan menjadikan semuanya seperti ini?"

?

Dia yang menginginkan kita hidup, Dia yang menetapkan segala alurnya. Lalu apakah Tuhan menetapkan semua itu begitu saja? Tentu tidak.

?

Kita hidup atas kehendak-Nya. Namun bukan berarti Tuhan akan selalu menerangkan kepada kita tentang segala sesuatu di dunia. Itulah sebabnya Tuhan tak lupa menyematkan akal dan hati nurani kepada setiap manusia. Agar kita mampu memikirkan segala hal, segala yang terjadi, apa yang menjadi tujuan, untuk apa kita diciptakan? Dengan akal, kita akan mampu nendapatkan jawabannya.

?

Kita hanya perlu berbaik sangka kepada Tuhan. Kehidupan kita adalah megaproyek dengan pertimbangan dan perencanaan yang matang. Segala hal di dunia ini hadir tidak tanpa tujuan. Semua ada maksudnya, semua ada hikmahnya.

?

Apa maksudnya? Apa hikmahnya? Itulah tugas kita, mencari dengan akal dan hati nurani yang dianugerahkan Tuhan. Memang tidak mudah, tapi kita harus berusaha. Setidaknya, kita perlu berterima kasih dan bersyukur sebab Tuhan memilih kita untuk diciptakan dan dilahirkan. Sebab tidak semua manuisa bisa hidup dan bertahan hidup lama. Setidaknya, bisa menikmati ?kehidupan dan mampu mengenal Sang Pencipta, itu lebih baik daripada tidak pernah tercipta.

?

Setiap makhluk memiliki jalannya, semoga kita mampu menempuh jalan kita masing-masing dengan segenap hati dan segenap kemampuan. Untuk apa? Untuk beribadah kepada Tuhan dan menjadi sebaik-baik makhluk dalam penilaian-Nya.

?

#MR, 26.01.2016

Sumbawa dalam renungan senja ...

  • view 173

  • Pemimpin Bayangan III
    Pemimpin Bayangan III
    1 tahun yang lalu.
    Karena kita memang cuma wayang yang 'wajib' untuk berusaha keras menjalani peran yang diberikan, dengan sebaik2nya... termasuk pula akan 'peran yang paling utama', yang seringkali tanpa sadar 'terhalau' oleh peran2 yang lainnya...

    • Lihat 1 Respon