Ada Cinta di Balik Duka

Muthmainnah Rati
Karya Muthmainnah Rati Kategori Motivasi
dipublikasikan 21 Maret 2016
Ada Cinta di Balik Duka

Adakah manusia di muka bumi yang luput dari air mata? Carilah ke seluruh penjuru mata angin. Air mata bahagia, pun air mata duka, setiap orang pasti pernah meneteskannya.

Dalam hidup, suka-duka adalah niscaya. Banyak hal menyenangkan, yang sesuai harapan, membuat kita bahagia hingga meneteskan air mata. Namun, sebagaimana hidup yang fana, kebahagiaan pun tidak ada yang selamanya. Tak selamanya asa mewujud nyata. Tak jarang, apa yang terjadi menyerong jauh dari rencana. Saat seperti itu, kita pun berduka hingga tak sanggup menahan air mata.

Kita menangis karena bahagia, wajar saja. Ingin kebahagiaan itu semakin berlipat ganda? Itu manusiawi juga. Bagaimana caranya? Dengan bersyukur. Bukankah Allah Ta'ala yang menjanjikan:

?Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.? (QS. Ibrahim: 7)

Jangan lupakan Allah di saat bahagia. Sebab atas ijin-Nya, semua menjadi mungkin bagi kita.

Ketika duka menyapa, kita tak sanggup membendung air mata. Itu pun tak salah. Bukankah air mata bisa melapangkan sesaknya duka? Menangislah, sekedar tumpahkan rasa, tak mengapa. Jangan larut dalam nestapa.

Namun nyatanya, banyak orang tersungkur jatuh saat dilanda duka. Saat usaha belum berbuah, secepat kilat dia menyerah. Saat nyata tak sejajar asa, dia bahkan berani menggugat Yang Mahakuasa. Putus asa, tenggelam dalam kubangan duka.

Kenapa tak artikan itu sebagai kebaikan? Bahwa apa yang Allah beri, itu yang terbaik bagi diri. Boleh jadi, apa yang tersuguh adalah sesuatu yang sebenarnya kita butuh. Namun kita tak menyadari, terhalang oleh berbagai keinginan, menutupi hati dan pikiran. Tak bisa melihat ?jelas, sebab sudut pandang terbatas.

Jika saja kita mau merenungi salah satu firman-Nya:

?Boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu amat buruk bagimu. Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu amat baik bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.? (QS. Al-Baqarah: 216)

Bahwa sesungguhnya Allah memberikan apa yang dibutuhkan, bukan apa yang diinginkan. Tetapi kebanyakan manusia tidak memahaminya. Padahal Allah tahu segala hal tentang kita.

Apa yang kita inginkan, belum tentu baik. Allah Mahatahu, sehingga Dia harus menjauhkan kita dari keinginan itu. Mungkin menyakitkan. Tapi Dia bermaksud menyelamatkan kita dari rasa sakit yang lebih besar, lalu menggantinya dengan yang kita butuhkan.?

Tetapi, dasar ?manusia memang suka berkeluh kesah. Ketika yang terjadi tidak dikehendaki, hal buruklah yang pertama kali telihat. Serta-merta jalan yang selama ini ditujunya tertutup rapat, tidak ada lagi celah untuk lewat. Padahal, ketika satu pintu ditutup, banyak pintu lain yang dibuka. Tapi, dengan hati yang penuh prasangka buruk, dia tak mampu melihat pintu lain, dia hanya terpaku, lalu terpuruk.

Begitulah, ketika Allah Ta?ala tidak dihadirkan di hati, kita tak mampu melihat dan berpikir teliti. Padahal, jika kita percaya pada kuasa-Nya, apa pun yang terjadi kita akan mampu menerima dengan sabar dan ikhlas yang paripurna. Masa iya, Allah merenggut kesenangan dalam hidup kita tanpa suatu maksud yang baik? Masa iya, Allah menyuguhkan kesedihan dan kehilangan dalam hidup kita tanpa menyiapkan kebahagiaan dan memberi ganti yang lebih baik??

Bisa jadi, segala kesedihan yang kita alami adalah teguran agar kita sadar diri. Mungkin selama ini kita terlalu jauh dari-Nya. Dia rindu mendengar do?a dan curhat kita. Dia sengaja memberi kesedihan itu karena Dia tahu, hati yang bersedihlah yang mampu dekat kembali kepada-Nya. Hati yang bersedihlah yang akan peka dan menerima segala pesan yang disampaikan-Nya.

Bisa jadi, segala rasa sakit yang kita alami adalah penebus kesalahan diri. Setiap rasa sakit adalah penawar atas segala dosa yang selama ini luput disadari. Allah ingin membersihkan noda dan kerak di hati.

Setiap duka menyapa, kepada Allah haruslah berbaik Setiap duka menyapa, kepada Allah haruslah berbaik sangka. Sebab cinta-Nya tersemat di sana. Sesungguhnya di balik kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya di balik kesulitan ada kemudahan! Itu janji Allah. Maka bertahanlah, dapatkan kekuatan dan pertolongan dengan sabar dan shalat. Tunggulah dengan sabar, karena sesungguhnya janji Allah itu benar. Dan terhadap janji, ?Allah tak pernah ingkar.

?

#MR, 21.03.16

Gambar diambil?di sini