Array
(
    [data] => Array
        (
            [post_id] => 48392
            [type_id] => 1
            [user_id] => 12573
            [status_id] => 1
            [category_id] => 119
            [project_id] => 0
            [title] => Tulisan : Berbuat Sesuka Hati
            [content] => 

Hari itu, dunia benar-benar sedang ribut. Setidaknya di televisi,  informasi mengenai kericuhan di Mako Brimob yang menghilangkan beberapa nyawa, kemudian disusul dengan pemberi teror yang meledakkan bom di rumah ibadah / Gereja di Surabaya. Dan, di masa yang sama, Palestina masih berjuang dengan kemerdekaannya (Ya Allah Kuatkan dan Sayangilah mereka). Dan apa yang aku lakukan disini, juga sering melerai kericuhan, ya kericuhan antar saudara dan kericuhan pembunuhan bahan makanan di dapur. Ingin sekali berempati dan melakukan sesuatu, tapi entah bagaimana caranya.

Keributan ini, bahkan terbawa sampai mimpi, mimpi yang biasa saja. Tapi membuatku ingin menuliskannya untuk diambil pelajarannya.

Seorang anak laki-laki yang kukenal sedang melakukan Tugas Akhirnya di suatu kota. Dia menguji sebuah sistem baru pada lalu lintas dan menerapkannya di kota. Aku ingat, sebenarnya aku tidak mendukungnya, tapi aku menghargai usahanya. Jadi aku biarkan dia, dan bahkan aku menjadi relawan dalam penelitainnya. Dia mengubah sistem lampu merah, mengubah jalan, mengubah cara belok kiri belok kanan, dan lain sebagainya. Yang kutahu di mimpiku ini, selanjutnya yang terjadi adalah kericuhan. Aku melihat orang-orang saling dorong, dan ada api. Aku menahan beberapa orang untuk melakukan sesuatu...”
kemudian aku terbangun.

Ada sebuah kata yang kuingat, kukatakan padanya, “Terserah.” Tapi mengapa keadaan disana menjadi sangat berantakan, apakah itu bagus?

Dari mimpi itu, aku mengambil hikmah, dan aku teringat kejadian-kejadian yang terjadi akhir-akhir ini.

Di dunia ini, kita sungguh boleh melakukan apa saja semau kita. Kita boleh melakukan apa yang kita inginkan. itu hak. Tapi kita harus selalu tahu bahwa apapun yang kita lakukan, ia memberi imbas kepada hal lainnya, dan kadang tolak ukur bahwa apa yang kita lakukan itu menjadi kebaikan adalah, ia berimbas baik bukan hanya untuk diri kita tapi juga bermanfaat untuk orang- orang. karena, saat kita melakukan sesuatu yang menganggu / merusak hak orang lain, perbuatan itu menjadi salah.

Seperti anak itu yang mencoba membuat sesuatu inovasi tapi malah menghancurkan kota, boleh saja. Tapi karena ia merusak kota, akhirnya pekerjaan tersebut menjadi terlarang.

Seperti para pemboman yang terjadi, tentu saja boleh mengebom, tapi bom lah bangunan kosong untuk dirubuhkan, mungkin peledak bisa menjadi sesuatu yang berguna. Tapi karena yang di bom adalah manusia, rumah-rumah yang berisi kehidupan yang tak bersalah, dan jelas itu adalah tindakan merugikan,maka tindakan itu menjadi terlarang. 

Seperti saat kamu membuang sampah sembarangan, andaikan ia tidak akan menganggu orang lain atau menyebabkan banjir, kupastikan tak ada orang yang melarang membuah sampah sembarangan / di sungai

Seperti saat aku menonton tivi dengan volume yang amat keras, tentu ia sebuah kegiatan yang salah, tapi karena volume itu bisa menganggu, apa yang aku lakukan menjadi tidak benar.

Ada quotes yang isinya begini, “Bila kamu harus memilih antara menjadi baik dan benar. pilihlah untuk menjadi baik, ia akan selalu benar.”

Aku setuju. Karena (selain pada keyakinan beragama) quotes ini selalu benar.

Tapi bicara soal kebaikan, aku percaya bahwa di dunia ini ada kebaikan absolut, dan itu hanya berasal dari Tuhan. Yang mau bagaimanapun cara kita memandangnya, tetap ia adalah kebaikan. (Karena Allah Maha Mengetahui apa yang kita tidak ketahui.

Jadi begitu.

Berbuatlah sesuka hati, tapi jangan merugikan siapapun.
Termasuk dirimu sendiri

Bagaimana menurutmu?

1 Ramadhan 1439
Muthi Fatihah Nur
   

 

[slug] => tulisan-berbuat-sesuka-hati [url] => [is_commented] => 1 [tags] => None [thumb] => file_1526771115.jpg [trending_topic] => 0 [trending_comment] => 0 [total_viewer] => 99 [issued] => 0 [author] => Muthi Fatihah Nur [username] => muthifatih [avatar] => file_1473564504.png [status_name] => published [category_name] => Renungan [type_name] => article [kode_multiple] => [total_comment] => 0 [total_likes] => 0 [created_at] => 2018-05-20T06:05:15+07:00 [updated_at] => 2018-10-04T09:57:04+07:00 [deleted_at] => ) [process_time] => 31.2989ms [status] => 200 )