Cerpen : Senyuman

Muthi Fatihah Nur
Karya Muthi Fatihah Nur Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 12 April 2018
Cerpen : Senyuman

Senyumnya seperti ‘menguap’, mudah menular ke orang terdekat. Menguap juga yang katanya menular hanya bila yang menguap dan yang meilhatnya memiliki ikatan. Tapi senyum lebih dari itu. Senyum justru membuat ikatan itu semakin kuat. Menggubris perbedaan usia atau gender, keadaan, ataupun  rasa yang pernah ada sebelumnya. Senyum. Sebuah ibadah yang paling ringan namun besar manfaatnya.

Ia selalu tersenyum meski dilihat dari kejauhan, kemudian saat ia mendekat, ia menundukkan kepala sekitar 2/ 3 sentimeter selama sedetik kemudian mengangkatnya kembali. Tak jarang ia menyapa dengan memanggil nama.

Tak pernah kulihat sebelumnya, orang yang senyumnya semurah itu. Bahkan terlalu murah untuk dibagikan ke semua orang dan membuatnya berbunga-bunga. Laki-laki ataupun perempuan. Kemudian dia menjadikan orang sepertiku, merasa bersalah dan berhutang budi untuk membalas senyum tulusnya.

Maka, senyum itulah yang menjadi perantara pertemuan. Yang harus bijak dimaknai bahwa tak semua senyum itu bermakna sama. Mengasumsikan sesuatu yang tidak pasti itu tidak baik adanya dan sering menghadiahkan kecewa. 

Hati-hati dengan senyuman. Semoga kita tidak kehilangan senyum kita masing-masing. :)


Copyright : Muthi Fatihah Nur
Cerpen lama yang ditulis kembali,
12 April 2018

  • view 43