Pilihan Kedua

Muthi Fatihah Nur
Karya Muthi Fatihah Nur Kategori Renungan
dipublikasikan 06 Oktober 2017
Pilihan Kedua

Pernah memiliki pilihan kedua?
Pernah menjadi pilihan kedua?
Aku pernah  berembuk dengan diriku sendiri, memkirkan bagaimana jika aku dihadapkan pada dua keadaan tersebut?
Bila Takdir bisa bicara, mungkin sebuah pilihan kedua akan mengatakan ini


Aku adalah pilihan kedua untukmu. Ya, memang hanya pilihan kedua. Mungin aku hanya sekedar butiran debu yang bersembunyi di balik prioritasmu, menunggu.

Aku adalah si pilihan kedua. Tugasku hanyalah menjaga, jika engkau terjatuh dari mimpimu, kau tidak pergi terlalu jauh. Kau tidak terjatuh terlalu sakit.

Kau telah rencanakan begitu banyak cerita, menyiapkan begitu banyak rasa yang telah kau ceritakan pada siapa saja, kau pun tulis dimana-mana, agar orang mengamininya

Tapi pernahkah kamu berpikir sebelumnya? Bagaimana jika ada campur tangan Allah yang mengubah alur ceritamu?

Aku tahu, bagaimana jika takdir berkata lain dan pada akhirnya kamu akan berat memilihku. Berada dalam jangkauanku dalam pahit dan kecewa. Apakah berserah bisa masuk ke dalam jiwamu. Kau akan menemukan seribu satu alasan yang memberatkanmu. Orang-orang sudah sering melakukannya. Sebagian orang tak kuasa menahan, hingga akhirnya memutuskan untuk pergi dan menemukan pilihan pertama yang baru.

Untuk itu, jika kau memang tidak ingin bersamaku, benar-benar tidak bisa menerimaku, Berusahalah, gapailah mimpi utamamu dan jangan tergoda. Lakukan apa yang terbaik yang bisa kamu lakukan. Kau tidak perlu memikirkanku, atapun menoleh kearahku.

Kuberitahu kau satu hal, jika akhirnya kau disisiku, maka yang paling kau butuhkan adalah rasa Syukur dan Percaya. Karena masih, rencana Tuhan adalah yang terbaik dan paling m mmendidik.

Ya, akulah si pilihan kedua. karena aku hanya akan jadi yang kedua. Berjumpa denganku adalah pilihanmu, hasil dari usahamu.


 

Muthi Fatihah Nur
6 Oktober 2017

  • view 17