Dia Pacar Pertama dan Sahabat Paling Mulia

MustaQim
Karya MustaQim  Kategori Inspiratif
dipublikasikan 24 November 2016
Dia Pacar Pertama dan Sahabat Paling Mulia

Saat itu, pertama kalinya aku melihatmu dengan wajah yang sangat lelah..

Saya menangis bahagia karena kamu luar biasa telah berkorban untuk ku..

Tidak pernah bosan mencintaiku dengan penuh keridhoan, tanpa fiktif belaka..

Sekian lama kamu menjadi pacar sekaligus sahabat..

Kamu tidak pernah cemburu ataupun marah dengan tingkah ku, karena aku yakin engkau bisa memahami..

Sifat ku yang sangat nakal dan sering melupakanmu, lebih parahnya lagi sering menduakan mu..

Kamu tidak pernah marah, bahkan belum pernah membalas atas apa yang aku lakukan terhadapmu..

Kata-katamu selalu terselip ditelingaku, tentang do’a dan motivasi..

Seolah-olah tidak ada yang perlu diperbaiki kedepannya..

Kamu terus tersenyum menatapku, dan aku mencoba memahami..

Ohh.. ?? Mungkin engkau melihat ku dari aspek lain, sehingga engkau tidak pernah menampakkan wajah kecewa meskipun sering dihiraukan..

Hanya permintaan maaf dan terimaksih banyak yang bisa saya ucapkan..

Karena sampai saat ini, cintamu sungguh luar biasa mengalahkan segalanya..

 

(MustaQim, 23/11/2016)

  • view 163