Kesan, Ingatan, dan Kenangan

Muhamad Mustain
Karya Muhamad Mustain Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 10 April 2017
Kesan, Ingatan, dan Kenangan

Untuk menjadi yang selalu diingat, untuk menjadi yang meninggalkan kesan, kadang kita lakukan apapun yang kita mampu. Manusia memiliki kemampuan terbatas yang hanya akan mengingat orang-orang "ter-" yang ada di hidupnya. Begitulah dia akan senantiasa mengingatmu, meski bukan sebagai terbaik yang pernah ada dalam hidupnya, kau ikhlas memosisikan dirimu sebagai yang terburuk. "Yang penting dia selalu mengingatku", begitu katamu. Namun, senyum getir terlukiskan ketika sampai ucapanmu di ujung kalimat.

Bagimu, kebahagiaan dan senyumnya adalah candu yang ingin kau lihat setiap harimu. Jadi, kau menitipkan pesan-pesanmu kepada sosok "yang terbaik" baginya. Bahagiakan dia, bahagiakan dia. Begitu berulang pesanmu setiap harinya. Meski terlalu menyedihkannya dirimu menikmati bahagianya yang bukan karena tidak disebabkan olehmu. Ya, secara tak langsung, beberapa bahagia yang dia rasakan dari "yang terbaik" adalah darimu yang selama ini dianggap sebagai angin lalu.

Kenapa kau tetap berniat membahagiakan dia yang tak pernah menganggapmu?

Begitulah pertanyaan banyak orang yang mungkin telah bosan kau dengar. Kau seolah telah hafal bagaimana kau harus menjawabnya. Kau mengerti, bahwa tak ada alasan untuk tidak membahagiakannya, karena siapa tahu hari ini adalah hari terakhir kau bertemu dengannya.

Apa yang kau terima dari semua bahagia yang telah kau beri?

Tak ada. Kau hanya tahu, senyum dan bahagianya cukup sebagai candu bagimu. Kau akan menikmatinya selalu, karena siapa tahu hari ini adalah hari terakhir dalam hidupmu.

  • view 147