Balada Mahasiswa Tua

Muhamad Mustain
Karya Muhamad Mustain Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 10 April 2017
Balada Mahasiswa Tua

Sebagai seorang mahasiswa di salah satu universitas antah berantah di Yogya, aku baru menyadari beberapa hal yang memang baru aku sama temen-temen alami ketika aku mulai menginjak semester tua. Banyak hal yang memang sebelumnya sudah bisa diduga, dan sisanya menjadi misteri yang tak bisa dikira. Buat kalian yang masih di semester muda, inilah apa yang bakal kalian rasain ketika masuk semester tua. 
 
1. Kalian akan menjadi Dukun Tua
Tua sendiri, berasa alien jika kalian sedang berjalan entah kemana. Seolah menjadi juru kunci karena akan biasa ditanya adik tingkat tentang banyak hal yang menyangkut studi. Bisa aja ditanya mata kuliah, kisah horor selama di kampus, peraturan kampus, sampai kisah cinta dosen.
Yap, kalian bakal berasa jadi juru kunci di jurusan kalian. Jadi dukun yang siap didatangi kapan saja untuk curhat atau tanya-tanya soal IPK.
 
2. Terkenal
Terkenal? Ya! Kalian bakalan terkenal seantero fakultas dan segenap warga di kampus kalian.
"Eh mas A? Kok belum lulus? Mau pesen apa?" tanya ibu kantin.
"Eh mbak B? Mau pinjem buku apa lagi buat skripsian?" tanya penjaga perpustakaan.
"Eh mas C? Mau ngurus berkas apa mas? Belum buat wisudaan?" tanya ibu penjaga kantor tata usaha.
"Eh mbak D? Kok masih ngampus? Tak kira udah lulus" tanya adek tingkat kurang ajar.
"Eh mas E? Ini pipisnya mas di kampus udah kali keberapa?" tanya cleaning service pembersih toilet.
"Eh mbak F? Maukah kamu jadi istriku?" tanya bapak penjaga keamanan.
Di setiap sudut, di setiap sisi, seolah nama dan wajahmu sudah direkam oleh banyak elemen di berbagai penjuru.
 
3. Kepikiran Untuk Menyerah dan Memilih Menikah
Kalo ini sih bukan kasus saya, mwahaha. Yap, bagi yang tidak menguatkan hatinya sejak awal, bisa aja susah buat beradaptasi dengan masalah baru yang lebih rumit. Jika tak dipersiapkan, akan muncul hari-hari dimana kalian akan mengerjakan skripsi sendirian, tanpa teman karena sudah pada lulus duluan, sementara kalian masih luntang-lantung mencari referensi untuk skripsian sekaligus referensi untuk pasangan.
Di hari itu, kalian bakal nelpon emak, lalu memaksanya untuk segera membantumu menikah, biar ada temen ngerjain skripsian. Biar walau tubuh banting tulang ngurus skripsian, tapi ada pasangan yang tega menopang. Entah nanti bakal makan apa, mungkin sisa-sisa tulang.
HIII.. Jangan sampe terjadi ya, gaes.
 
Makanya, sebelum kalian ngerasain itu semua, segera dipersiapkan ya, gaes. Biar ga menyesal di akhirnya.

  • view 89