Kepada Lelaki yang Hendak Melamar Putriku

Muhamad Mustain
Karya Muhamad Mustain Kategori Puisi
dipublikasikan 10 April 2017
Kepada Lelaki yang Hendak Melamar Putriku

Kepada lelaki yang hendak melamar putriku.
Aku baru mengetahui tentangmu dari cerita-cerita yang biasa disampaikan putriku dari seberang telepon.
Keberanian macam apa yang hendak kamu tunjukkan padaku? Dongeng-dongeng bagaimana yang akan kau katakan penuh rasa bangga dengan mulut berbusa, seolah hidup bersamamu akan mudah membuat putriku bahagia?
 
Kepada lelaki yang hendak melamar putriku.
Aku telah menyiraminya setiap hari dengan kasih sayang. Memupuknya dengan perhatian. Apa yang membuatmu begitu yakin akan mampu memberinya kasih sayang dan perhatian yang sama, meski kau mengusahakannya seorang? Padahal, berulang-ulang aku melakukannya berdua dengan ibunya hingga dia tumbuh dewasa.
Ketahuilah, jika kamu menyakitinya, maka kamu juga menyakiti aku dan ibunya. Jika kau membuatnya menangis, kau melukai orang-orang yang berbahagia karena senyumnya. Kau mencederai orang-orang yang pernah mengasihinya sepanjang hidupnya, dari dalam kandungan hingga ijab yang mungkin nanti akan kau ucapkan. Kau membuat murka malaikat-malaikat yang selalu menjaganya.
 
Kepada lelaki yang hendak melamar putriku. 
Jika kelak ternyata benar kau yang menikahi putriku, barangkali hanya harapan yang mampu keberikan sebagai bekal untukmu. Harapan bahwa kelak penggantiku mampu membuatnya lebih bahagia, dibanding hari-hari yang telah dilewatinya denganku. Harapan bahwa kau akan dikuatkan hati jika suatu hari dia keras kepala tak menuruti perintah kebaikanmu.
Harapan bahwa kau mampu membuatnya tumbuh menjadi hamba yang diridhaiNya. Agar kelak, jika ternyata aku dan ibunya terlalu berdosa untuk berada di surga, kau dan dia akan menjadi saksi bahwa kami telah merestui kalian untuk lebih mengenalNya.
 
(Terinspirasi dari tulisan Fahd Pahdepie)

  • view 116