Gadis yang Selalu Menanti

Muhamad Mustain
Karya Muhamad Mustain Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 10 April 2017
Gadis yang Selalu Menanti

Gadis itu pertama kali kujumpai di stasiun kereta api, setiap pagi. Kadang saat selepas kerja di sore hari, aku masih melihatnya duduk di kursi tunggu sembari menuliskan sesuatu di buku bersampul putih. Dia seolah telah terbiasa dengan kegiatan yang dijuluki "menanti". Meski hampir kuperhatikan tiap hari, belum pernah ada cemas atau sedih kutemukan di wajahnya yang selalu berseri.
 
Tanpa kusadari, seiring berganti hari, sebuah perasaan aneh telah hadir menghampiri dan membuatku senyum-senyum sendiri. Gadis itu membuatku jatuh hati. Senyumnya di pikiranku selekat ampas yang mengendap pada segelas kopi. Wajahnya terbayang saat aku sedang menggosok gigi.
 
... 
 
Dengan sabar, kujalin pelan-pelan perasaan halus yang menyeruak dari dalam hati. Hingga akhirnya kesempatan yang kunanti tibalah hari. Aku menghampiri tempatnya duduk di sore ini, untuk pertama kali. Berkenalan hingga berusaha berbasa-basi.
 
Tanpa henti, aku melakukannya setiap hari. Mengulam senyum tulus di bibirku yang meski suntuk selepas bekerja, namun akan selalu siap kuberi. Memilah dan memilih perasaan dengan hati-hati, untuk mengilhami sedalam-dalamnya arti mencintai.
 
Hingga suatu hari, aku harus menelan pil pahitku sendiri. Orang yang dinantikannya tiap hari di tempat ini, adalah orang yang sama yang diharapkannya akan menemani sampai akhir hayatnya nanti.
 
Aku tak pernah menyadari, bahwa telah ada takdir yang melingkari jarinya di jari manis tangan kiri. Katanya, sisa penantiannya tinggal empat bulan lagi.
 
... 
 
Hari demi hari berganti, dan gadis itu tetap menanti. Niatnya seolah telah kuat terpatri. Dia masih percaya bahwa lelaki yang dikasihi akan menepati janji. Meski banyak orang yang telah memintanya untuk berhenti. Karena ternyata yang selalu dinanti telah jauh pergi, dan tak mungkin kembali.
 
Empat bulan terlewati. Gadis di ruang tunggu stasiun tak lagi kutemui. Kata orang yang mengenalnya, kemarin, dia pergi menjemput kekasihnya yang sangat dicintai.
 
...
 
(Terinspirasi dari Byousoku 5cm per Second, dan novel Milana karya Bernard Batubara)

  • view 53