Curhatan Sang Pria dan Wanita

Muhamad Mustain
Karya Muhamad Mustain Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 10 April 2017
Curhatan Sang Pria dan Wanita

Gerimis mengetuk-ketuk genting rumah, menyusup masuk ruang lengang bersama sayup adzan Maghrib dari surau di ujung kampung sana. Dentingan sendok teh yang beradu dengan gelas kaca di dalam ruangan menyisip turut serta. Seorang wanita masih mengaduk-aduk pelan gelas tehnya, yang sebenarnya tak bergula, sesuai mintanya.
 
"Jadi, aku harus bagaimana?", tanyanya.
 
Seorang pria duduk takzim di hadapannya. Matanya berkaca mendengar penjelasan sang wanita. Sekilas terlihat mendengarkan dan memerhatikan dengan saksama. Padahal, pikiran dan hatinya tidak dalam satu frekuensi yang sama.
 
Sang wanita hari ini memang mendatangi sang pria dengan seulas cerita. Ada dua orang yang berniat hendak melamarnya. Ajaibnya, mereka menjanjikan akan datang ke rumah di tanggal yang sama. Dua orang yang hampir sama kuatnya menjaga agamanya.
 
"Aku harus memilih siapa?", dia kembali bertanya meski pertanyaan sebelumnya belum dia dapatkan jawabannya.
 
Sang pria hanya sedikit mengeluarkan kata. Tak ada yang berkenan dijadikan pilihan, katanya. Meski jika dihadapkan pada kasus serupa, perlu ada satu di antaranya yang lapang dada. Meski di ujungnya, mau tak mau, apapun keputusannya akan senantiasa menghadirkan luka.
 
Sang wanita menunduk tanpa suara. Dimainkannya jari-jari lentiknya.
 
Sang pria mendongak, menahan agar air matanya tak terjun di pipinya. Meski lelaki semestinya tak menyesali segala keputusannya, untuk kali ini dia tak bisa. Dia ternyata ditakdirkan sebagai sosok lelaki yang terlambat menyatakan niatnya. Dia kira, selama ini dia menunggu sang wanita membuka hati untuknya. Padahal nyatanya, dia hanya menunggu dirinya yang menunda-tunda kesiapannya. 
 
Sang wanita bersuara, hanya lantunan terima kasih yang dilontarkannya. Sang pria kembali tak bersuara. Alih-alih takut sang wanita mendengar isakan dan suara paraunya.
 
Sang pria mengangguk, sebagai tanda sekaligus menerima banyak hal selain ucapan terima kasih dari sang wanita. Dalam hatinya, dia berdoa agar sang wanita mendapatkan keputusan terbaiknya. Dalam hatinya, ada perasaan yang akhirnya dia putuskan untuk tak pernah disampaikan ke sang wanita, meski entah butuh waktu seberapa lama untuk menghilangkannya. 

  • view 32