Chapter 1 : Ketika Cinta Bermatematika

Muhamad Mustain
Karya Muhamad Mustain Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 14 Maret 2017
Chapter 1 : Ketika Cinta Bermatematika

Aku sedang mengerjakan tugas Kalkulusku ketika kau memasuki perpustakaan gedung tua itu. Mataku mengikuti gerakmu. Tak banyak yang menarik darimu. Mungkin karena akupun tak percaya atas apa yang orang-orang katakan dengan "cinta pada pandangan pertama". Karena apa yang membuatmu suka pada pandangan pertama, kadang berujung ilfil pada pandangan berikutnya.

Kebiasaanku berada di perpustakaan ketika jam-jam kosong, ternyata juga diikuti olehmu. Kadang kau datang tiap selepas tengah hari, atau hanya singgah beberapa saat sebelum adzan dzuhur. Semuanya biasa saja. Sampai pada saatnya tiba, entah sihir macam apa yang kau bawa, hingga suatu ketika aku merasa ada yang hilang ketika pada suatu hari tertentu aku tak melihatmu datang ke perpustakaan itu.

Aku masih ingat. Suatu hari aku juga pernah memutuskan untuk berada di perpustakaan lebih lama. Meninggalkan kelas. Konyol. Hanya untuk menanti kau keluar perpustakaan ini terlebih dahulu. Untuk kemudian aku akan melihat namamu di deretan pengunjung perpustakaan hari itu.

Saat itulah, pertama kalinya aku tahu namamu. Nama yang indah. Keyra.

Seperti yang kukatakan tadi. Tak banyak yang menarik darimu. Jika urusan cantik, jelas banyak gadis yang lebih cantik kadang datang di perpustakaan ini. Meski sedikit banyak, kau berwajah manis. Namun, entahlah, kenapa pula aku bisa senyum-senyum sendiri tiap menyebutkan namamu?!

Begitulah, kadang ketika kau datang, aku menyembunyikan tatapanku di balik buku. Memperhatikan langkah lincahmu, caramu menyapa pustakawan, tatapan matamu. Entahlah, kenapa semuanya begitu memicu debar-debar halus dalam dadaku?!

Sampai suatu hari, ketika aku mengembalikan buku yang telah kubaca. Ternyata kau mengambil buku di rak yang sama, meski dari sisi yang berbeda. Aku pura-pura mengambil buku lagi, padahal ada kelas setelah ini. Konyol, sekali lagi. Aku ingat, kau mengambil buku "Calculus and Analytic Geometry". Buku yang kubaca ketika pertama kali menemuimu. Kita membaca hal yang sama, Keyra. Mungkin ini pertanda positif.

Omong-omong, aku masih ingat beberapa tulisan di sana. 

Garis Paralel : "Jika dua garis memiliki gradien yang sama dan memiliki jarak positif antar garis yang selalu sama, maka kedua garis tersebut paralel."

Ah, Keyra, meski sebutan "kesamaan" dan "positif" terdengar indah, ternyata lebih jauh hal ini bukan sesuatu yang baik-baik saja. Banyak hal yang lebih indah ketika berbeda, bukan? Karena nyatanya, justru aku takut jika ternyata aku hanya mampu melihatmu dari kejauhan. Begitu berlangsung setiap waktu. Tanpa titik temu.

Pernah pula suatu hari kau mengambil buku "Fundamental of Abstract Algebra". Meski aku sudah jarang membuka buku aljabar, aku masih ingat beberapa pembahasan di sana. Kalau tidak salah, di dalam buku itu kau akan menemukan "Galois Theory and Applications". Teori yang terakhir dituliskan oleh Galois, yang diajukan ke Jacobi dan Gauss, sebelum firasat kematiannya benar-benar terjadi. Konon, dia menitipkan pesan ke temannya untuk Jacobi dan Galois, karena keraguannya tentang kebermanfaatan penemuan yang dia lakukan.

Keyra, masalah tidak cukup di sana. Konon, Galois meninggal dalam duel demi memperebutkan Stephanie-Felicie, gadis yang dicintainya. Dalam beberapa catatan kaki di tulisannya, kadang muncul nama "Stephanie" yang dituliskan oleh Galois.

Keyra, meski demikian, pandanganku terhadap logika dan matematika masih berkuasa di atas segalanya. Aku sangat jarang mengikuti apa yang hatiku rasakan. Apalagi jika urusan percintaan. Namun, sekarang, justru aku merasakan sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang, entahlah, apakah orang lain menyebutnya sebagai "jatuh cinta"?

Keyra, aku akan menyimpan dulu perasaan ini. Sambil menyiapkan diri, bahwa mungkin suatu saat aku akan menyapamu yang duduk di sana. Pun sambil membuktikan perasaan apa yang bersarang di hati. Mungkin kita bisa membuat garis kita berimpitan, hingga dapat aku mencintaimu hingga akhir digit dari π. :)

 

Dilihat 142