Sajak untuk Sang Teman di Seberang

Muhamad Mustain
Karya Muhamad Mustain Kategori Puisi
dipublikasikan 13 Maret 2017
Sajak untuk Sang Teman di Seberang

Ada seulas kisah yang ternyata belum sempat kita lalui.
Ada rencana cerita hidup yang berguguran semenjak kau memutuskan untuk pergi.
Meski raga kita tak kemana-mana, pun rumah kita yang masih berdekatan.
Hanya, ketika kita dulu biasa bergandengan, kini kau bahkan tak melambaikan tangan meski kita berpapasan terpisahkan jalan.

Ada selaksa kisah yang kurasa masih layak untuk kita tertawakan tanpa jemu.
Hanya, yang berlalu tinggal gelakmu yang kadang menggema tak menentu.
Hingga satu-satunya yang kuingat adalah tawamu yang terbingkai kaku, tak terhindarkan diluruh laju waktu.
Maafkanlah aku, yang perlahan juga ikut melupakan sebagaimana perlakuanmu.

Kawan lamaku,
Ada segumpal tanya yang meletup-letup dalam benakku.
Gerangan monster bagaimanakah yang dengan teganya menggerogoti sedikit demi sedikit hatimu?
Perihal apakah yang membuatmu tumbuh mengurai benci-benci yang seolah kau lontarkan setiap waktu?

Entah bagaimanakah kelak aku turut mempertanggungjawabkan sepenggal kisahmu, oleh karena Tuhan bertanya padaku sebagai yang pernah singgah di hidupmu.
Entah bagaimana aku mengingatkanmu, jika tak satupun kalimatku yang luput dari tangkisanmu.
Entah apa yang harus kulakukan, untukmu yang masih kuanggap kawan meski sekarang kau di seberang jalan.
Entah apa...
...yang mampu menyadarkan, yang membuatmu datang tanpa sedikit saja kebencian, yang membuat kita kembali beriringan.


...
Dari sahabat lamamu, dan akan tetap seperti itu.

Dilihat 116