Saemaul Undong

Musa Rustam
Karya Musa Rustam Kategori Puisi
dipublikasikan 18 November 2016
Melukis Asa

Melukis Asa


seandainya ketika angin dan daun bisa menjawab, tak akan dibiarkannya nasib memudar dalam kegelapan. Dia akan pergi atau menempel dibayanganmu untuk meyakinkan, mana yang berhasil; hujan atau mimpimu.

Kategori Puisi

6.6 K Hak Cipta Terlindungi
Saemaul Undong

Pepohonan kenanga dan waru dalam jejeran

menyatukan kenangan. Sejalan aliran puisi dan kata

ketika kegelisahan pada hujan merajut duka.

Air matamu mengalir sepanjang kampung meluluhlantahkan

Senja yang menghampiri di jalan menuju asa,

tanpa putus asa dan kebersamaan orang-orang seberang

tanpa emosi dan amarah hujan dengan tenang.

Ketika intuisi, atau bisikan hati seperti air mengalir

dalam kampung yang penuh damai dan rukun.

Kampung idaman semua mimpi harapan seluruh kota

dari mulai kepala kampung sampai walikota.

Kebersamaan cita rasa dan sosialita kumpulan ikan dan biota

untuk membangun perubahan kampung lebih tertata;

kali kumuh di sulap menjadi tempat bermain yang indah,

Cheonggyecheon sebagai kali tempat melamar paling romantis.

Itulah aku pencuri yang beruntung, menemukan misteri

yang memeluk bayang-bayang pengembangan wajahmu.

(2014)

 

#literasi #kumpulanpuisi #Buku #puisi #MelukisAsa

#sastra #southkorea #cheonggyecheon #kali #musarustam

  • view 182