Keheningan malam

Musa Rustam
Karya Musa Rustam Kategori Puisi
dipublikasikan 09 November 2016
Melukis Asa

Melukis Asa


seandainya ketika angin dan daun bisa menjawab, tak akan dibiarkannya nasib memudar dalam kegelapan. Dia akan pergi atau menempel dibayanganmu untuk meyakinkan, mana yang berhasil; hujan atau mimpimu.

Kategori Puisi

4.7 K Hak Cipta Terlindungi
Keheningan malam

Keheningan malam

Malam ini begitu hening. Meniduri kepenatan antara waktu dan rutinitas.
Pada tatapan sekaligus terperanjat bulan yang menyapa, ketenangan antara rindu dan duka.

Jika malam ini aku amati, bulan seakan malu. Kadang timbul tenggelam mengadu untuk menyapaikan pesan rindu.
tersusun dari sinar yang redup dan menyebar hingga menyatu bersama tubuh yang mendamaikan

Aku tak ingin larut bersama kesedihan yang mempermainkan.
Dibumbui gundah dan bimbang, diselimuti amarah dan dendam.

Kesedihan memang bersenyawa dengan keheningan malam yang sudah lama diwariskan oleh nenek moyang.

Ia pun selalu mengajak kawan, entah maut ataupun keputus-asa-an

Kuhitung rindu dan duka yang lewat dari arsiran langit yang semakin menghitam,
agar ada kekuatan jika diberikan kesempatan antara kembali atau pergi.

Hanya kuasanya, tak lebih besar dari keheninganmu


Puncak-Bogor, 19 Oktober 2016

#buku #kumpulanpuisi #MelukisAsa #musarustam

 

  • view 198