Matahari dan Hujan

Musa Rustam
Karya Musa Rustam Kategori Puisi
dipublikasikan 09 November 2016
Melukis Asa

Melukis Asa


seandainya ketika angin dan daun bisa menjawab, tak akan dibiarkannya nasib memudar dalam kegelapan. Dia akan pergi atau menempel dibayanganmu untuk meyakinkan, mana yang berhasil; hujan atau mimpimu.

Kategori Puisi

6.6 K Hak Cipta Terlindungi
Matahari dan Hujan

Matahari dan Hujan

Sepasang bola mata yang menyendiri, tersudut cahaya yang memilukan, melintasi kota terasing sendiri. Seperti seorang petualang mencari jalan pulang. Setiap denyut jadi kenangan, meniduri matahari yang ingin pulang hingga lupa ketika petang menjadi senja di ajak berbincang oleh hujan.

Matahari hadir dengan kehangatannya setiap hari walaupun terkadang orang-orang lupa, ia hanya ingat pada hujan yang membanjiri kota. Seperti puisi yang belum rampung ditulis ketika hujan membasahi kota, hujan lebatnya belum bisa dimengerti manusia. Begitupun kita, interaksi yang belum terkoneksi antara ; ketidakmengertian atau kesalahpahaman.

Meskipun cuaca terkadang bersahabat, rintikan hujan seperti mengisi kekosongan pada alam yang merindukan kekasihnya. Meninggalkan antara; kenangan dan ketidakpastian yang saling bertautan pada hamparan bumi dan langit.

Matahari dan hujan akan terus mengisi kehidupan manusia pada bumi, memenuhi alam dengan seluruh kisah dan peristiwa, menyelami dan berpetualang hidup antara ; kita, manusia dan alam, antara ; kepastian-kepastian yang saling membutuhkan dengan kekurangan-kekurangan yang saling pengertian.

(2016)

#buku #KumpulanPuisi #satra #literasi #MelukisAsa #musarustam

  • view 278