Bahasa Hati

Musa Rustam
Karya Musa Rustam Kategori Puisi
dipublikasikan 09 November 2016
Melukis Asa

Melukis Asa


seandainya ketika angin dan daun bisa menjawab, tak akan dibiarkannya nasib memudar dalam kegelapan. Dia akan pergi atau menempel dibayanganmu untuk meyakinkan, mana yang berhasil; hujan atau mimpimu.

Kategori Puisi

5.1 K Hak Cipta Terlindungi
Bahasa Hati

Bahasa Hati

Kampung tak pernah merasa ia paling pandai mencintai, tapi orang-orang kampung, jalan setapak, persimpangan jalan dan kepala dusun mengerti apa maunya.

Kali tak pernah merasa ia paling jujur berkata, tapi belut, ikan sapu-sapu, pohon waru dan pohon bambu memahami apa isi hatinya.

Hujan tak pernah merasa ia paling sedih, tapi atap rumah, langit-langit jendela, tiang listrik dan jalan becek bisa merasakan penderitaannya.

Kota tak pernah merasa ia paling sempurna, tapi gedung-gedung tinggi, kemacetan, kereta listrik, dan taman kota menerimanya dengan lapang dada.

Kini aku hanya bisa termenung, di antara peraduan kampung yang hujan mengaliri kali, mengakar 13 sungai membelah kota, disirami kesaksian-kesaksian dan bahasa hati yang memuncak antara dua kota, antara menunggu dan pergi.

(2016)

#kumpulanpuisi #sastra #literasi #buku #puisi #MelukisAsa #musarustam

  • view 180