Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 22 September 2016   09:22 WIB
Antara Belitong dan Jakarta

Antara Belitong dan Jakarta
Melewati jalan-jalan ibukota, masuk ke bandara terbang menggapai angkasa merayapi pemandangan kolam-kolam timah raksasa.

Rindu membasuh lembut belaian di atas kepala, menenangkan, jauh tapi mempesona, sejak waktu itu diantara barisan gedung-gedung tua kota Jakarta. Bait-bait puisi bersama aura senyum laskar pelangi yang menuntun Asa, tentang puisi kegelapan dan Redupnya senja ibukota mulai sirna karena ada lelehan gletser gunung es di puncak himalaya yang bermuara dari titik-titik senyum keramahan pada cinta.

Aku adalah bayangan senja yang mengabur
Yang rabun bersama para penambang timah, para nelayan yang kehilangan arah, dan petani sahang yang gundah dihinggapi cuaca yang marah. Sejak itu, ingatanku ditumbuhi senyum mekar menghapus riwayat pulau malang dan keterbelakangan pada cinta.

Ketika kuputuskan untuk terbang, bergelayut kecemasan akan jatuh, memendar perlahan beriringan dengan matahari yang terbit di danau kaolin melukis bayang-bayang harapan wajahmu yang menghalangi masa lalu yang biru.

#kumpulanpuisi #buku #puisi #MelukisAsa #literasi #sastra #musarustam
 

Karya : Musa Rustam