Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 21 September 2016   06:27 WIB
Ketika Hatimu Tercuri

Ketika hatimu tercuri

 

Kamu tak akan pernah menyangka ketika ia hadir? Bagaimana pagi dan siang berganti hari, ataupun ketika hujan yang syahdu memberikan ketentraman pada bumi. Alam dan hujan pasti pandai menyapa walaupun sedikit ke kanak-kanakan secara diam-diam membasahi pepohonan dan memenuhi ruang-ruang yang kosong di selokan ataupun mengisi sebuah kisah antara melodi dan nada. 

 

Pernahkah kamu menyadari jalur dan frekuensi mana hingga hatimu menyatu bersama alam kesadaran, bahwa ada rimbunan hutan belantara yang masih perawan, ada juga hamparan pasir putih di sebuah pulau yang tak berpenghuni, begitupun dengan senyummu yang hadir mempasung sebuah perjalanan yang buntu membuat gejolak di dalam sanubari. 

 

Biarkan senja itu mendiami sebagian dan sisanya dipenuhi awan yang gelap walaupun begitu tak ada tanda-tanda sedikitpun hingga akhirnya kamu hadir membawa sedikit saja dari sebahagiaan perasaan dan sepotong hati yang kupunya.

 

Walaupun aku sudah berusaha memagari sebuah benteng yang kokoh dilapisi beton dan tembok raksasa yang menjulang tinggi, tapi apalah daya seperti hujan rintik merinai yang bisa tetap masuk ke dalam celah-celah rumah hingga bocor. 

 

Dan pernahkah kamu menyadari, mungkin hati itu benar-benar kamu harapkan kembali....... 

Begitu besar pertanyaan menyelimuti jiwa ketika hatimu tercuri tanpa disadari, ia mencuri dengan lembut sekali... 

 

#sastra #buku #kumpulanpuisi #MelukisAsa #puisi #ketikahatimutercuri #musarustam

Karya : Musa Rustam