Puisi

Musa Rustam
Karya Musa Rustam Kategori Puisi
dipublikasikan 19 September 2016
Melukis Asa

Melukis Asa


seandainya ketika angin dan daun bisa menjawab, tak akan dibiarkannya nasib memudar dalam kegelapan. Dia akan pergi atau menempel dibayanganmu untuk meyakinkan, mana yang berhasil; hujan atau mimpimu.

Kategori Puisi

5.5 K Hak Cipta Terlindungi
Puisi

Puisi itu seperti kali, kadang berkelok-kelok ataupun memotong.

Ia seakan mengerti perasaan hujan yang lebat, riuh derasnya arus kali, retakan tanggul bahkan hafal betul ketika hujan deras yang membasahi kota ataupun menemanimu saat kau galau.

Bagaimana caranya agar kamu mengerti, puisi ini akan sampai, seperti kota Jakarta pada musim kemarau tetap banjir, tak bisa membendung amarah dan logikamu yang ditutupi kacamata kuda.

Bisakah bunga bangkai, enceng gondok ataupun rumput liar menghiasi ruang tamu, bahkan air hujan yang mengalir deras tak dapat membuat anak bayi tidur terlelap.

Puisi itu seperti banjir Jakarta yang tak terbendung, musim kemarau pun  mencemaskan tak dapat meniduri dari luputnya genangan bak hujan di bulan Januari. Hanya saja kata-kata di dalam bait-bait puisi yang menjitak kepalamu belum juga membuat sadar bahwa cinta yang kau berikan terlalu melimpah sehingga menjadi banjir dan malapetaka.

#puisi #buku #kumpulanpuisi #MelukisAsa #sastra #musarustam

  • view 127