Belenggu

Musa Rustam
Karya Musa Rustam Kategori Puisi
dipublikasikan 18 September 2016
Melukis Asa

Melukis Asa


seandainya ketika angin dan daun bisa menjawab, tak akan dibiarkannya nasib memudar dalam kegelapan. Dia akan pergi atau menempel dibayanganmu untuk meyakinkan, mana yang berhasil; hujan atau mimpimu.

Kategori Puisi

5.5 K Hak Cipta Terlindungi
Belenggu

Aku tak dapat berdiri bebas lagi di kota ini, disetiap sudutnya ada titik-titik sarang laba-laba yang membelenggu, pada jiwa-jiwa yang termangu dengan mengiba dikekang ratapan masa lalu yang biru.

Aku hanya butuh gunting untuk memotong rutinitas kesibukan yang menyesakkan pada rongga kemacetan di setiap jalan pembuluh arteri.

Aku hanya butuh penopang untuk bersandar dari sengatan matahari yang marah ketika petang, walaupun aku sadar marahmu tidak selamanya benar terkadang penampakan wajah garang diselingi senyuman yang menyejukkan.

Aku hanya butuh angin sore bersama senja yang hadir menyentuh inti kesadaranku menguatkan benang usia yang hampir putus terkoyak-koyak waktu. Semoga cuaca dan musim masih bersahabat denganku, walaupun terkadang aku salah menebak arah angin yang membingungkan.

Semoga kamu masih mau menunggu, di sebuah dermaga dekat bandara, bersama jutaan pasang mata yang lalu lalang terjaga, ditemani kekuatan hembusan angin dan mata kompas yang sudah mulai sadar dengan keberadaan nasib walaupun dia masih bingung dengan nasibnya sendiri.

"Semoga harimu menyenangkan seperti pagi yang menghangatkan dunia"

#kumpulanpuisi #sastra #puisi #MelukisAsa #buku #musarustam #belenggu

  • view 138