Jalan Perpisahan

Musa Rustam
Karya Musa Rustam Kategori Puisi
dipublikasikan 13 September 2016
Melukis Asa

Melukis Asa


seandainya ketika angin dan daun bisa menjawab, tak akan dibiarkannya nasib memudar dalam kegelapan. Dia akan pergi atau menempel dibayanganmu untuk meyakinkan, mana yang berhasil; hujan atau mimpimu.

Kategori Puisi

5.1 K Hak Cipta Terlindungi
Jalan Perpisahan

#poetry Jalan Perpisahan

Sore ini kita harus melewati lagi
Diujung jalan, tepat persimpangan dekat bandara
Kecupan tangan, dan lambaian senyuman
Kita masuk dalam aura kedamaian
Saling memberi kata-kata satu
Tetesan air mata yang menyatu
Terharu karena sesuatu

Akhirnya waktu jua yg membelenggu
Jarak dan waktu akan menyatu
Dikejauhan terhujam di dalam kalbu
Dipayungi senyuman itu
Kau melingkari dirimu
Menguatkan jemari dan gelombang sukma
Setinggi gunung dan seluas samudera
Pesan-pesan itu dan doa
Semoga langkahku dipermudah

"Jangan pergi", pintamu
"Dari hatiku pun tak ingin pergi", jawabku. sesungguhnya genggaman jari-jari kecil dan aura kasih itu yang menguatkanku

Jakarta, 1 Agustus 2016

  • view 175