Sepotong Senja

Musa Rustam
Karya Musa Rustam Kategori Puisi
dipublikasikan 13 September 2016
Sepotong Senja

Sepotong Senja
 
"Di depan pantai tanjung pendam,
semua kenangan terpendam."
 
Ketenangan syahdu memandu malam,
seakan menyudahi masa lalu yang kelam.
 
Seakan pergantian siang dan malam,
Memberikan harapan menyembuhkan luka terperam.
 
Walaupun terkadang kerentanan dan air mata timbul tenggelam, 
begitulah kita bukan dengan kelabilan hati yang bersemayam.
 
Aku tersadar dan mencoba menjaga kewarasanku menyudahi belenggu setiap kata-kata yang menusuk kesadaranku, walaupun begitu, aku masih mengingat betul ada sepotong senja, meniduriku dengan semilir angin yang menyejukkan dari sesaknya seluruh rongga di dada yang pengap.
 
Ketika warna langit berakhir gelap, ketenangannya hanya akan meninggalkan sepotong saja yang dititipkan secara sembunyi-sembunyi dan menyelinap.
 
Sebab sepotong senja hari yang lain,
Mengingatkan masa-masa kelam yang lain.

  • view 205