Memenuhi Kolam

Musa Rustam
Karya Musa Rustam Kategori Puisi
dipublikasikan 13 September 2016
Melukis Asa

Melukis Asa


seandainya ketika angin dan daun bisa menjawab, tak akan dibiarkannya nasib memudar dalam kegelapan. Dia akan pergi atau menempel dibayanganmu untuk meyakinkan, mana yang berhasil; hujan atau mimpimu.

Kategori Puisi

6.6 K Hak Cipta Terlindungi
Memenuhi Kolam

Memenuhi Kolam
 
Engkau adalah hujan syahdu bulan Januari
Mungkin aku hanyalah binatang jalan yang tersesat
Yang pergi lalu lalang kesana-kemari
Mencari lorong-lorong kosong yang meneduhkan
Malam makin dingin dengan waktu yang menjemput maut kian mendekat
 
Ketidakpastian sementara tak sabar merapat,
Kewarasan lambat laun terkikis gigilnya kesendirian.
Aku hanyalah sepotong tulang rusuk yang rapuh, dengan sebait puisi tanpa irama, menghujam disela-sela pohon menumpang hidup tanpa kekuatan bak benalu.
 
Tanpa kepastian, terngiang masa-masa bersama,
Tak akan pernah cukup mengisi jiwa,
Tak akan pernah cukup menghilangkan haus dahaga takdir cinta kita.
Aku hanyalah seciduk gayung yang bolong
Sedangkan hasrat cintamu seluas kolam samudera.
 
Memenuhi kolammu seperti aku memenuhkan seisi lautan dahaga cintamu dengan mengasini air laut dengan garam
 
Jakarta, April 2016

  • view 179