Kali Ciliwung

Musa Rustam
Karya Musa Rustam Kategori Puisi
dipublikasikan 13 September 2016
Melukis Asa

Melukis Asa


seandainya ketika angin dan daun bisa menjawab, tak akan dibiarkannya nasib memudar dalam kegelapan. Dia akan pergi atau menempel dibayanganmu untuk meyakinkan, mana yang berhasil; hujan atau mimpimu.

Kategori Puisi

6.2 K Hak Cipta Terlindungi
Kali Ciliwung

Kali Ciliwung

Dimasa kanak-kanakku, aku tinggal di pinggiran kali.
Tinggal bersama kali membuatku terpesona kelokannya.

Aku dan kali ciliwung selalu mencatat waktu kebersamaannya.
Banjir menggelayut ataupun bulan Januari yang syahdu berubah kelam.
Naik turun meninggi, debit air yang menyudahi waktu
Adalah puncak perenungan alam yang belum dimengerti.

Setelah beranjak dewasa, aku dan kali Ciliwung suka bertegur sapa dan menyapa apa maksud isi hati serta harapannya.
Hingga Ia kurang tidur dan selalu terjaga, kedekatan dan intuisi yang belum terdengar dari perasaan yang belum terobati.

Ia terkadang berlalu dengan senyap, berjalan menyendiri seperti puisi seseorang yang patah hati. Ia hanya diam tapi meluluhlantahkan lingkungan sekitarnya.

Kali Ciliwung memang belum tahu menjadi seorang pecinta sejati, hatinya cukup menampung debit perasaannya saja, ia hanya mengetahui ketika gundah membanjiri lingkungan sekitarnya.

#buku #puisi #kumpulanpuisi #MelukisAsa #sastra #musarustam

  • view 267