Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 13 September 2016   15:26 WIB
Kali Ciliwung

Kali Ciliwung

Dimasa kanak-kanakku, aku tinggal di pinggiran kali.
Tinggal bersama kali membuatku terpesona kelokannya.

Aku dan kali ciliwung selalu mencatat waktu kebersamaannya.
Banjir menggelayut ataupun bulan Januari yang syahdu berubah kelam.
Naik turun meninggi, debit air yang menyudahi waktu
Adalah puncak perenungan alam yang belum dimengerti.

Setelah beranjak dewasa, aku dan kali Ciliwung suka bertegur sapa dan menyapa apa maksud isi hati serta harapannya.
Hingga Ia kurang tidur dan selalu terjaga, kedekatan dan intuisi yang belum terdengar dari perasaan yang belum terobati.

Ia terkadang berlalu dengan senyap, berjalan menyendiri seperti puisi seseorang yang patah hati. Ia hanya diam tapi meluluhlantahkan lingkungan sekitarnya.

Kali Ciliwung memang belum tahu menjadi seorang pecinta sejati, hatinya cukup menampung debit perasaannya saja, ia hanya mengetahui ketika gundah membanjiri lingkungan sekitarnya.

#buku #puisi #kumpulanpuisi #MelukisAsa #sastra #musarustam

Karya : Musa Rustam