JARAK

Musa Rustam
Karya Musa Rustam Kategori Puisi
dipublikasikan 13 September 2016
Melukis Asa

Melukis Asa


seandainya ketika angin dan daun bisa menjawab, tak akan dibiarkannya nasib memudar dalam kegelapan. Dia akan pergi atau menempel dibayanganmu untuk meyakinkan, mana yang berhasil; hujan atau mimpimu.

Kategori Puisi

5.1 K Hak Cipta Terlindungi
JARAK

JARAK

Ketika sebuah bilangan membagi waktu.
Membatasi antara satu dengan yang lain.
Hari ini aku disini, dibatasi rutinitas yang merajai.
Besok ataupun lusa adalah jarak yang harus dilewati.
Senyum senja yang berbeda memisahkan deretan kenangan dan gedung-gedung tua, tugu kujang dan bandara.
Pantai tanjung pendam dan tempat-tempat kita berbagi cerita.

Pulau-pulau dan hamparan laut yang membentang antara Belitong dan Jakarta.
Rindu yang bergelayut di dada dan menanti senyum yang dipisahkan antara bait dan nada.

Demikianlah menentramkan rindu, ditengah-tengah padang pasir antara kehausan dan seorang musafir yang tersesat.
Seperti perompak dan ketenangan di jarah kenangan dan bayang-bayang.

Seorang laki-laki menyatu bersama angin dan musim ataupun mengingat senyummu, diantara batas kesabaran dan keikhlasan.
Seperti laut tanpa garam ataupun makan tanpa minum.

Bagaimana kamu disana?
Mengingat, senyum itu adalah tanda jurang pemisah antara ketidakmampuan dan keinginan mendekapmu seperti senja yang tidak hadir ketika hujan.

#sastra #kumpulanpuisi #buku #puisi #antologipuisi #MelukisAsa #musarustam

  • view 157