Surat untuk Emak

Musa Rustam
Karya Musa Rustam Kategori Inspiratif
dipublikasikan 22 Maret 2016
Surat untuk Emak

?Pikirpun melayang, dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang tentang riwayatku
Kata mereka diriku slalu dimanja
Kata mereka diriku slalu ditimang?
(Sepenggal Lirik lagu : Ibu dari Potret)

Lirik itu selalu terngiang indah ketika Aku dimanapun berada didalam menjalani aktivitasku, cintamu adalah puisi terindah dari para pujangga yang paling termashur di muka bumi ini, senyummu membuatku lebih yakin dalam menjalani kesulitan hidup ini, walaupun ketika aku berpaling mengacuhkanmu, namun kau tetap mendekap mimpi-mimpiku dengan kasih sayangmu yang seluas samudra, ku berlayar dilautan doamu, saat badai menerjang serta menghempasku dan membuatku tak berdaya, kau menggapaiku, mengabaikan semua hasrat dan ketakutanmu, dengan mengerahkan segenap upaya agar dapat kau kecup lagi keningku, lalu ada tangis dan tetesan air mata serta ada pelukan sehangat mentari pagi, ku rengkuh rindumu, ku bersimpuh di kakimu, Emak tolong ajarkan aku cinta, sebab akulah manusia yang rapuh dan sering terlena, cintaku tak pernah sesempurna dirimu, namun kau tak pernah henti melantunkan doa`dan munajat kepadaNYA untukku.

Jakarta, 31 Maret 1983 lahir seorang anak laki-laki pertama, putra dari pasangan Rinah dan Rustam, lahir di sebuah kamar dengan ukuran 2 X 3 m2, dengan bantuan dukun beranak yang bernama Mak Okih. Sebuah proses sangat luar biasa kala itu, proses persalinan dengan perjuangan seorang ibu antara hidup dan mati dalam melahirkan anak manusia. Tidak ada teknologi yang luar biasa ketika itu, tanpa jarum suntik, tanpa peralatan medik yang canggih, maupun tenaga bidan ataupun dokter, hanya beberapa peralatan seadanya dengan semangat dan keyakinan yang kuat dari seorang dukun beranak, yang sudah lama digeluti turun temurun dari orangtuanya terdahulu, begitulah sebuah proses persalinan ketika itu.

Dimataku, Emak adalah segalanya. Pengorbanan terbesar dalam melahirkanku membuat dirinya mempertaruhkan seluruh jiwa dan raganya. Bahkan setelah diriku lahir kedunia, ibu dengan penuh kesabaran selalu setia merawat ku sampai besar. Selama hidupnya perjuangan ibu tak kenal lelah, demi membantu ayah, dia pun rela ikut bekerja dari subuh hingga malam, terkadang kita sering membuat ibu bersedih dengan perbuatan yang kita lakukan, dan sering berkata tidak sopan sehingga menyakiti hatinya. Namun, setiap lontaran kata yang menyakitkan tak pernah diingatnya sebagai dendam.
Pendidikan yang lebih tinggi dari Ibu terkadang membuat kita menjadi sombong seperti kacang lupa pada kulitnya. Contohnya saja, ketika Ia hanya bertanya bagaimana menggunakan handphone atau sekedar menyalakan DVD. Pemikiran malu dan emosi seringkali terlintas di benak kita. Tapi sadarkah kita ? sikapnya yang tulus dan sabar dalam mengajarkan kita pertama kali membaca dan selalu bertanya kepadanya jika tak mengerti sejak kecil, hingga kita menjadi seorang sarjana merupakan contoh nyata rasa sayang tiada akhir kepada seorang anak. Ketika kita diejek-ejek ataupun dijahati oleh teman sepermainan kita sekalipun.
Emaklah yang menjadi penyemangat ku dalam membangkitkan semuanya dari keterpurukan mental dan percaya diri yang begitu hancur ketika diejek ataupun dicaci oleh teman-teman.

Air mataku tak tahu kenapa menetes deras membasahi tangan Emak, Emak pun sama meneteskan air mata, kami larut dengan air mata sebuah harapan, suatu saat nanti aku yakin menjadi orang sukses. Itulah emosi yang sangat yang menemaniku kuat dalam menapaki hidup dengan harapan serta doa dari Emak.
Hari ini kusadari bahwa dirinya adalah sosok yang paling mulia. Seorang ayah mengajarkan kita bagaimana bertanggung jawab, tetapi seorang ibu yang menunjukan bagaimana cara mencintai dengan penuh cinta kasih. Pintanya tak banyak, hanya hidup rukun dalam bersaudara. Terimakasih untuk setiap doa yang selalu kau panjatkan setiap malam agar kami selalu hidup dalam penyertaan-Nya.

Hanya seorang Emak yang mampu dan mengerti sepenuhnya keluh kesahmu, ceritakan pada dia jika itu merasa membuatmu lega, awali pagimu dengan memberi senyuman pada kedua orangtuamu, niscaya keberkahan menyertai meski sering disakiti dan belum dibahagiakan sama sekali, hanyalah ayah dan ibumu, kalau hari ini kamu menjadi orang yang berguna untuk orang lain itu semua karena ayah dan ibumu, berilah Emakmu senyuman maka itu adalah hadiah terindah yang ibu terima hari ini. Emakku segalanya bagiku, Emakku adalah penerang hidupku, Emakku adalah pahlawan hidupku.

Terima kasih Emak,
?Ketika doa Emak,
perjuangan yang meneteskan air mata demi Asa?
Ketika cinta Emak,
menguatkan alang rintang pada Asa?


Puisi Asa untuk Emak
Emak?
Malam ini dingin sekali?
bukan karena dinginnya salju?
Melebihi hujan ketika banjir dirumah kita...
Dingin karena rindu kehangatan kasih sayangmu?
Emak?
Semalam telah kupanjangkan doaku?
Telah kukhusukkan untukmu Emak?
Mungkin Allah memberi mahabah-Nya..
Sehingga hatiku terasa dekat denganmu?

Emak?
Saat semua tak ada dan tak bisa?
Tak harus kucari pelukanmu?
Tak harus ku tunggu doa-doamu?
Bahkan bentangan bumi serasa tak berarti?

Emak?
Kehangatan kasih sayangmu itu selalu nyata terasa?
Mengalir dan terasa deras disetiap langkahku?

Emak?
Detik-detik waktu membuatku rindu akan rahimmu?
Tak perlu nada yang berlebihan
Irama jantung itu begitu indah dan dirindui
Dipelukmu, ku bisa kembali merasakannya?

Emak...
Bulan dan langit yang ku tatap tadi malam?
Adalah bulan yang sama dengan yang diatas rumah bantaran kali Ciliwung?

Emak...
Aku telah biaskan kasih dan rindu ini pada langit

Emak...
Telah ku titipkan salamku untukmu pada bulan dan bintang?
Dan kubisikkan pada hembusan angin?

Terimakasih Emak?
Untuk pahit getir yang kau tempuh untukku
Begitu tegas waktu menyita masa?
Mengambil cerita-cerita?
Mengemasnya menjadi kenangan-kenangan?
Jari-jari kecil ku sekarang hanya dapat merangkum lewat kisah dan senyummu
yang sederhana?
Mengukir ilmu, dengan kekuatan cinta, kasih dan sayangmu serta doamu
Yang menembus angkasa?

Emak...
Karena Emak?
Aku ada?

Emak?
Semua tak akan lahir tanpamu?

Emak?
Rindu, kasih sayang dan doa terbaik selalu untukmu?

Selamat hari Ibu dimanan pun kamu berada...sosokmu sungguh luar biasa...

  • view 116