Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Proses Kreatif 22 Maret 2016   12:56 WIB
Menulis Memoar tak Lepas dari Menulis Fiksi

Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan sedikit pengetahuan tentang ?Menulis Memoar tak Lepas dari Menulis Fiksi !?

Arti kata Memoar di dalam KBBI edisi ketiga, Balai Pustaka, Depdiknas adalah Kenang-kenangan sejarah atau catatan peristiwa masa lampau menyerupai autobiografi yang ditulis dengan menekankan pendapat, kesan dan tanggapan pencerita atas pengalaman yang dialami dan tentang tokoh yang berhubungan dengannya.

Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan ketika menulis sebuah Memoar adalah :

1. Menulis Memoar bukanlah menulis biografi atau otobiografi. Yang kita tulis hanyalah sepenggal, boleh sebagian besar kisah hidup yang sangat menarik.

2. Mantapkanlah niat dan tekad hati untuk mentransformasikan segala situasi dan keadaan yang bisa membikin pembaca untuk betah berlama-lama dengan tulisan kita dan tak akan melepaskan sampai halaman terakhir buku yang dibacanya.

3. Penulis boleh membesar-besarkan peristiwa atau lakon dalam kehidupan seseorang tentang sebuah peristiwa memalukan atau menyedihkan, akan tetapi bersifat jujur namun berkreatif dalam merangkai kata akan lebih baik. Apalagi bila ditambah dengan pemuatan atau kutipan karya sastra misalnya berupa puisi, pembaca akan dibawa ke sebuah suasana transedental yang luar biasa. Inilah yang saya sebut dengan fiksi yang melekat di dalam sebuah karya Memoar.

4. Menulis Memoar harus datang dari hati dan jiwa. Selain itu juga dapat menjadi hal baik yang menyenangkan dan pengalaman penyembuhan, terutama bagi mereka yang mungkin memiliki tragedi atau trauma di masa lalu. Lebih dari itu, menulis memoar harus membawa misi perbaikan, menceritakan untuk pelajaran, menginspirasi dan memotivasi orang untuk berbuat lebih baik. (dikutip dari sebuah sumber).

5. Mulailah membuat catatan-catatan, siapa tahu suatu saat Anda akan dituntut atau dipaksa menulis sebuah Memoar. (Pengalaman saya yang sungguh sangat berharga adalah perjuangan bersama seorang Emak yang luar biasa, dan saya menuliskan buku Memoar Asa yang saya dedikasikan untuk sosok ibu yang luar biasa.

Dan saya sangat terbantukan oleh catatan-catatan harian, baik yang saya tulis tangan di buku serta saya simpan di HP ataupun yang mengendap dalam memori otak saya yang Tuhan berikan, Subhanallaah, saya mempunyai ingatan-ingatan yang tajam, akan masa lampau).

Hal yang tak terduga adalah oleh sebab kekayaan pengalaman hidup yang kita punya dan apalagi ketika kita mahir saat memainkan kata-katanya, orang akan menyangka bahwa memoar yang kita tulis adalah fiksi belaka! Boleh-boleh saja orang berpendapat begitu akan tetapi kembali kepada sifat kejujuranlah yang mendasari dalam penulisan sebuah memoar sehingga dapat dipertanggung-jawabkan secara moral.

kisah "Memoar 'ASA, Kisah Perjalanan Hati"

Karya : Musa Rustam