Putri Negeri Impian

Musa Rustam
Karya Musa Rustam Kategori Puisi
dipublikasikan 22 Maret 2016
Putri Negeri Impian

Wahai bidadari hati dari negeri impian

Mungkin bagiku senyummu hadir seperti dalam impian

Aku tak berani melihat kemilau cahaya bersinar dimata

Kini nyata impian itu sangat indah dipandang mata.

?

Cahaya mata pesonamu dapat membuatku terkapar lesu,

Ekor matamu seolah memberi makna

Bening kupandang, dan kaupun menenangkan...

?

Aku tak berani menabur harap berpetualang jauh

Jatuhku terperosok begitu dalam,

Kinipun masih terdampar dihamparan...

?

Akh...
Indahmu sangat mengagumkan,

Kusembunyikan itu dari lisan,

?

Bukan merayu,

Rembulan itu pernah terbit di timur pada penglihatanku

Seakan menyiratkan yang tak ku pahami

Dibalik kemilau Surya Nan Indah memikat pekat terpenjara

?

Jiwa ini telah pekat dengan kekecewan yang merajai

Hati ini tergores, tersayat sebilah belati

Kepercayaan diri telah pergi meninggalkan jasad diri

Kesetiaan tak berbentuk hancur, meremukkan keping-keping hati

?

Diiringi lagu syahdu rindu yang mendayu

sendu tatap matamu? menghiba pelepas rindu


tujuh purnama dibalik pulau ini telah aku tunggu

tujuh negeri kucoba arungi mencari arti senyummu


diantara bimbangnya hati, apa sebenarnya yang ku cari?

tanpa jawab aku dapati, bertambah galaulah hati

melihat nasib negeri ini, seakan menertawakan diri

?

Asa yang telah mati ?

Reinkarnasi kembali

Terima kasih, bidadari hati

Cinta, harapan dan impian hidup kembali

?

Diambil dalam Kutipan Novel "Memoar Senja di Pulau Belitong"

  • view 127