Memoar Senja di Pulau Belitong

Musa Rustam
Karya Musa Rustam Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 22 Maret 2016
Memoar Senja di Pulau Belitong

Asa itu telah mati, tak berdaya karena ketiadaan cinta pada perpisahan yang membelenggu senyuman menyakitkan, sedih bukan karena jauh darinya akan tetapi lebih dari hilangnya sudah tempat untuk mencurahkan perasaan dan merindukan karena senyuman yang dahulu menyejukkan.

Tetapi setiap hujan akan memiliki rahasia dan penuh misteri dengan setiap rintikan tetesannya, bukan ? Asa mencoba bangkit kembali, ketika jiwanya telah beku, bergelayut kecewa pada dunia seakan alam semesta telah berhenti sejenak dengan serta merta menertawakan dirinya.

Ini adalah Kisah Perjuangan Hati seorang laki-laki yang akhirnya bangkit kembali dari keterpurukan akan cinta, yang memutuskan untuk berani berlayar kembali-setelah tenggelam perahu cintanya ditengah lautan pasifik terombang-ambing tak menentu arah. Putri, seorang gadis campuran berdarah Belitong-Bugis itu hadir memutuskan untuk berlayar-bagaimana ombak dan badai topan menguji cinta ; bahkan sampai dimana perahu mereka dapat sampai di negeri impian, pertanyaan itu hadir sambil belajar mengarungi samudera tentang cinta, waktu, kesabaran dan harapan itu sendiri.???????????????

?Ketika Asa itu telah mati, tak berdaya karena terdampar dahsyatnya gelombang ombak prahara cinta pada Asa.

Ketika kegelapan merundung Asa, cahaya rembulan Putri senja menghangatkan samudera pada Asa?

?

  • view 138