Ketika Sang Pendo’a Jatuh Cinta

alfriska
Karya alfriska  Kategori Motivasi
dipublikasikan 04 Oktober 2017
Ketika Sang Pendo’a Jatuh Cinta

Tumpukan buku-buku usangmu bergelut di otakku, bukannya aku tak tau jika dirimu adalah seorang penulis, pastinya penulis akan banyak membaca bukan ?. Entah itu novel, cerpen, puisi atau bisa jadi sajak, fiksi atau non-fiksi.

Bercerita tentang si penulis jatuh cinta atau cerita dari kerabat. Terbawa alur yang kian semakin deras, lalu kau temui di sana terukir sebuah nama yang selalu di sebut-sebut. Benih itu telah mengeluarkan tunasnya sama seperti keinginan yang tumbuh pada dirimu. Kau ingin nama itu adalah dirimu bukan ?. Jangan sekali lagi aku katakan jangan.

Setiap penulis yang jatuh cinta akan mencurahkan segalanya pada lembaran-lembaran kertas putih yang apabila ceritannya menarik maka akan membuat dunia gempar seketika atau pernah kau alami kehabisan stok di toko buku hanya karna banyaknnya pemburu?

Apalah dayaku… aku bukanlah penulis, apalagi punya keinginan popular lantaran tulisanku. Bahkan mungkin tak ada yang berniat membaca tulisanku yang sama sekali tak berkelas.

Jika dirimu ingin di cintai oleh penulis karna namamu akan abadi dalam tulisannya,

Apalah dayaku… yang hanya memiliki do’a, tak mengapa tulisanku tak menarik yang terpenting doaku menarik disisi-Nya. Laayuradhu qadha illa biddu’a, ini adalah salah satu senjataku yang paling ampuh.

Tak mengapa, pergilah,,, aku tak akan menahanmu atau berlari mengejarmu. Yang perlu kau ketahui adalah namamu selalu hidup dalam nafas do’aku.

Tanyakan pada sepertiga malam,,, karna ia tau rahasia yang aku sembunyikan.

  • view 66