Surat cinta untuk anakku ( bagian 2 )

muji cahyo wijaya
Karya muji cahyo wijaya Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 13 April 2018
Surat cinta untuk anakku ( bagian 2 )

Assalamualaikum nak, bagaimana kabarmu hari ini ?
Semoga engkau tumbuh sebagai anak yang cerdas dan kuat
 
Beberapa hari yang lalu, Ayahmu genap berusia 24 tahun. Beberapa hari yang lalu kita merayakannya bersama Ibu dan adikmu, atau bahkan kakakmu mungkin juga ikut dalam perayaan sederhana yang kita buat dirumah dengan tiupan lilin diatas kue hasil karya Ibumu. Kue yang tidak terlalu besar namun tidak terlalu kecil, cukup untuk kita makan bersama-sama. Ayah yakin Ibumu sudah berjuang keras untuk membuat kue itu, kita harus menghargai apa yang sudah diupayakan oleh Ibumu. Jangan banyak rewel, nanti kita bisa dimarahi bareng-bareng : )
 
Teman-teman Ayah sudah banyak yang menikah, mereka ditunjukkan oleh Allah jodoh sedikit lebih cepat dari apa yang bisa Ayah lihat sekarang. Mungkin Allah sudah percaya terhadap mereka dan Ayah masih perlu banyak belajar lagi. Ayah percaya jodoh merupakan rahasia dari Allah, tapi kita sebagai Hamba-Nya juga diberikan kesempatan untuk memperjuangkan jodoh seperti apa yang kita inginkan. Allah memang Maha membolak-balikkan hati, maka kesabaran serta keimanan mungkin adalah suatu cara agar dalam urusan hati ada konsistensi. Tapi tak tau lah, Ayah sekarang memang masih banyak yang harus dipelajari. Ayah belum benar-benar siap sekarang, Ayah terlalu mengkhawatirkan banyak hal nanti. Bukan Ayah tidak percaya rencana Allah, namun sisi manusiawi Ayah masih belum benar-benar bisa pasrah setelah sekian lama berusaha. Ayahmu masih sangat takut kehilangan.
 
Kamu sudah sekolah ? Kelas berapa ? Bagaimana guru dan teman-temanmu disana ?
Mereka harusnya bangga terhadapmu, bukan hanya dengan nilaimu tapi dengan perilakumu yang sopan terhadap orang lain. Jangan pernah sombong dengan apa yang kita miliki sekarang, semuanya merupakan titipan dari Allah. Jangan pernah lupa untuk bersyukur, kapanpun itu.
 
Pernahkan kamu segalau ini nak ?
Ayah berjanji akan menjadi teman curhatmu yang paling spesial, yang bisa memberikan solusi atas semua permasalahanmu, kalau Ayah bilang “tanya Ibumu dulu” berarti Ayah sedang melarangmu dengan halus, harusnya Ibumu bisa memberikan wejangan yang bisa lebih kamu mengerti. Ketika kamu merasa dunia tidak lagi berpihak padamu, maka bersujudkah karena disana kamu akan menemukan ketenangan dan kedamaian hati. Rasakan antara apa yang kamu baca saat sholat bisa dimengerti oleh akalmu, bisa dirasakan oleh hatimu, dan dilampiaskan dalam gerimis di matamu.
 
Allah itu sang pemilik hati, kita tidak pernah tahu bagaimana dia mengatur apa yang ada didalam hati dan pikiran kita. Kita harus percaya bahwa selalu ada harapan bagi mereka yang berdoa dan selalu ada jalan bagi mereka yang berusaha. Jika hati senantiasa bernait baik, maka Allah akan mempertemukan kita dengan hal-hal yang baik, tempat yang baik, orang yang baik, atau kesempatan yang baik pula. Jika hati dilatih agar bahagia disebabkan karena ketaatan kita kepada Allah, maka kegembiraan yang kita dapatkan akan penuh karunia dan berkali-kali lipat. Namun, jika hati rusak maka rusak pula yang lainnya, sepantasnya hati harus memiliki rasa takut serta rasa cinta yang kuat dan ikhlas kepada Allah.
 
Kamu sudah makan nak ?
Masak apa Ibumu hari ini ?
Bantulah ia sesekali, dia pasti capek mempersiapkan segala sesuatunya sendiri. Dia sudah banyak berkorban untuk kita yang selalu merepotkannya. Dia orang yang sabarkan ? Dia pasti sangat cantik dengan senyum yang ia tampilkan setiap hari dirumah.
 
Sekarang Ayah akan fokus kepada beberapa hal :
  • Ayah akan mengurangi kekhawatiran terhadap dunia, karena itu semua milik Allah
  • Ayah akan mengurangi kekhawatiran terhadap rizki yang ada, karena itu semua dari Allah
  • Ayah akan mengurangi kekhawatiran terhadap masa depan, karena itu semua di tangan Allah
Tetapi yang paling utama adalah ingin benar-benar merasakan bagaimana menjadi kan Allah Ridho atas apa yang sudah kita lakukan. Karena Ayah yakin jika kita bisa ridho kepada Allah, maka Allah akan mencukupi apa-apa saja yang kita butuhkan.
 
Pencapaian tahun ini memang sangat berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, dimana sebelumnya Ayah selalu menomor satukan dunia, selalu mengejar nilai dan terkadang materi. Namun tahun ini Ayah harus lebih sungguh-sungguh lagi untuk menjadi orang yang fokus kepada akhirat juga, karena Ayah malu atas semua kesalahan yang Ayah pernah lakukan sebelumnya selalu ditutupi dan diselamatkan dengan cara-cara yang tidak pernah terduga oleh Allah. Allah Maha baik dengan segala Kuasa-Nya.
 
Ayahmu akan berusaha nggak baper lagi, bapernya ditunda aja sampai waktu tahajud tiba. Berharap kepada manusia juga tidak baik, Ayah ingin mendekati sebuah hati lewat penciptanya. Terlalu banyak baper juga nggak baik, bisa nggak fokus dalam beribadah. Kadang kita akan sering diuji lewat hal-hal yang kita sukai, hal-hal yang sebaiknya tidak Ayah rasakan sekarang namun bisa melemahkan konsistensi Ayah untuk berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.
 
Jaga dirimu baik-baik nak,
Kita akan sambung  cerita Ayah di lain waktu
Wassalamualaikum ...
 
 
 
 

  • view 76