adakah engkau disana sepertiku ?

muji cahyo wijaya
Karya muji cahyo wijaya Kategori Puisi
dipublikasikan 04 April 2018
adakah engkau disana sepertiku ?

adakah engkau disana sepertiku ?
terkadang sendiri mencaci rindu
adakah engkau disana sepertiku ?
tak pernah letih mencoba untuk lepas dari belenggu
 
tapi apalah daya
tunas telah mengembang
tak mungkin lagi ia mengembalikan kuncupnya
atau
apakah kita akan mati mengering ?
kita berdua belum benar-benar yakin
 
kau tahu edelweis sayang ?
bulan juli adalah fase mekar terbaiknya
sama seperti kita
jadi, kau tahu edelweis sayang ?
yang kata orang merupakan bunga abadi
 
tapi kita bukan edelweis
kita merupakan orang-orang yang senantiasa mengumpulkan rindu
tak perlu mitos untuk mempercayainya
kita yang seharusnya abadi
 
baiklah kita harus sepakat
kita akan menjadi pengumpul rindu dahulu
sampai aku menagih rindu yang kau simpan
dan kuberikan rindu yang sudah aku kumpulkan
 
yakinlah aku bukan orang jahat
yang membiarkanmu merindu sendirian
tapi aku penagih yang taat
jadi siapkan waktu ketika aku tiba-tiba menagih rindumu
pastikan cawan hatimu terisi penuh untukku
 
kalau begitu begini saja,
singkat cerita
aku merindukanmu
 
 kau dan aku terpisah diantara sekat jarak tanpa hitungan
tapi itu hanya akan jadi cerita klasik
jika itu membuat kita tertunduk
patuh terhadap lingkaran kesedihan
 
aku yakin kau masih ingat bagaimana kita berjumpa
tak perlu indah pada pandangan pertama
namun detik yang berlalu membuat segalanya terlihat lebih jelas
kau terlalu indah untuk aku lepaskan
 
Aku mulai mengayuhkan kata-kataku
Untukmu tentunya
Lalu kau mulai menjadi setitik putih diantara hitam penaku
Kemudian kapan yang kutuliskan ini bersuara ?
Coba lihat di lembar hidupmu selanjutnya
Apa masih ada aku ?
atau yang lainnya

  • view 106