Ketika Allah Memberikanmu Ujian

muji cahyo wijaya
Karya muji cahyo wijaya Kategori Agama
dipublikasikan 16 Maret 2018
Ketika Allah Memberikanmu Ujian

Setiap manusia memiliki episode yang berbeda tentang perjalanan hidupnya. Setiap jengkal langkah kaki akan ditemui beberapa peristiwa yang akan memberikan manfaat bagi hamba-Nya yang bertaqwa. Setiap jengkal langkah kaki pula, kita akan dipertemukan dengan berbagai ragam ujian kehidupan. Ujian tersebut bisa bermaksud teguran ataupun bentuk kasih sayang dari Allah SWT, tergantung bagaimana kita menyikapinya dengan hati yang bersih  atau dengan hati yang penuh dengan noda hitam. Semoga kita digolongkan sebagai orang-orang yang berhati bersih agar mampu mengambil hikmah atas setiap ujian yang diberikan kepada kita. Karena tiap ujian yang diberikan oleh Allah SWT, akan bisa kita yakini bahwa hal tersebut merupakan salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada kita agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari episode sebelumnya.
 
Salah satu hal yang bisa kita renungkan dari ujian yang diberikan Allah SWT kepada kita merupakan salah satu jalan untuk mengangkat level keimanan kita terhadap Allah SWT, jika kita bisa lulus dalam menghadapi ujian tersebut, maka Allah SWT akan otomatis menaikkan derajat kita dihadapan-Nya. Siapa yang tidak ingin meraih derajat tinggi dihadapan Allah SWT ? Semua orang beriman pasti menginginkannya karena jika manusia hanya memiliki derajat yang tinggi dihadapan manusia saja, maka hal tersebut akan ikut hancur pula ketika hari kiamat sudah tiba, atau saat maut menjemput tanpa permisi, dan memang sebaik-baiknya tempat kembali hanya kepada Allah SWT.  Orang yang memiliki kualitas iman yang tinggi pasti juga pernah diuji oleh Allah SWT, bahkan bisa jadi ujian yang diberikan lebih berat dari apa yang sudah pernah kita alami.  Jadi kita harus tetap kuat ketika ujian itu tiba.
 
Ujian yang Allah SWT berikan, sejatinya tidak pernah melebihi dari batas kemampuan hamba-Nya. Sesuai kutipan dalam QS Al Baqarah ayat ke 286 :
 
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya
 
Allah SWT tidak akan pernah memberikan ujian kepada hamba-Nya jika IA tidak mengetahui batas maksimal kemampuan yang dimiliki oleh hamba-Nya. Allah SWT mempunyai sifat Al-Alim yang berarti Maha Mengetahui, Allah Maha Mengetahui segalanya termasuk yang tersembunyi. Sungguh Allah SWT mengetahui yang ghaib dilangit dan dibumi. Sungguh Allah yang Maha Mengetahui segala isi hati. Tidak pernah sekalipun rancangan-Nya meleset  dari tujuan awalnya, Allah SWT pasti lebih tahu akan kemampuan kita sebagai mahkluk ciptaan-Nya dibandingkan pengetahuan yang kita miliki. Janganlah selalu merasa tidak sanggup ketika menghadapi sebuah ujian, bukankah Allah SWT selalu senantiasa bisa menjadi tempat kita untuk bergantung dan mengadu.
 
Dalam menghadapi ujian dari Allah SWT, ada 2 poin utama yang bisa menguatkan kita, yakni :
 
  1. Berbaik sangka kepada Allah SWT
Dalam sebuah hadist diriwayatkan, Nabi Muhammad SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah jika mencintai suatu kaum, maka Allah akan mendatangkan cobaan kepada mereka, dan barangsiapa rela dengan ujian itu, maka dia akan memperoleh kerelaan-Nya. Dan barangsiapa membencinya, maka dia akan memperoleh kebencian-Nya.” ( HR. Tirmizi 2396 dan Ibnu Majah 403 )
 
Yakinlah bahwa akan banyak hikmah ketika kita lulus terhadap ujian yang diberikan oleh Allah SWT. Allah SWT akan mengetahui siapa diantara hamba-Nya yang benar-benar berada diatas kesabaran dan keputusasaan. Orang yang teguh diatas aqidah dan keimanannya akan senantiasa mengembalikan urusannya kepada Allah SWT bukan berpaling mencari tambatan selain Allah SWT , semisal : memohon pertolongan ke makam, jin, dukun, atau tempat-tempat yang dianggap keramat lainnya. Jika permasalahan hidup yang dialami seseorang dikembalikan kepada selain Allah SWT sungguh mereka tidak akan sanggup untuk mengeluarkan dari kesulitan atau cobaan yang sedang dihadapi.
 
Allah SWT mengingatkan dengan adanya ujian, seorang hamba harusnya sadar bahwa semua nikmat berasal dari Allah SWT sehingga dapat mengurangi bahkan menghilangkan perasaan ujub dan takabbur. Ujian dan cobaan dapat meyingkap rahasia dunia dan hakikat kenikmatannya yang menipu, bahwa tidak ada kehidupan yang lebih layak dan baik  kecuali kehidupan surga di akhirat, tempat yang tidak akan di temui kepenatan dan keperihan hidup. Nikmat terbaik adalah segala kejadian yang membawa kita semakin dekat kepada Allah SWT.
 
Ketika Allah merindukan hamba-Nya, Allah SWT akan mengirimkan sebuah hadiah istimewa melalui malaikat jibril yang isinya adalah ujian. Ujian yang diberikan ke kita sebenarnya bukanlah ujian yang berat-berat banget selama kita mau mengimani-Nya. Kalau yang berat banget namanya adzab, mudah-mudahan kita terhindar dari adzab-Nya. Allah SWT pasti juga sudah menghindarkan kita dari cobaan yang lebih berat daripada ini. Sebenarnya pada dasarnya kitalah yang membutuhkan Allah SWT, jangan sampai lalai untuk beribadah kepada-Nya. Menangislah dengan tulus disepertiga malam, Allah pasti mendengarkan semua keluhan kita dan menyelesaikannya dengan cara-cara yang tidak terpikirkan sebelumnya.
 
  1. Bersabar dan tersenyumlah 
“Bersabarlah, dan tidaklah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan dari Allah.” ( QS. Al-Mu’min : 55 )
 
Sabar adalah teguh dan tetap berada di atas landasan yang dikehendaki oleh agama apabila berhadapan atau menentang sesuatu pengaruh yang ditimbulkan oleh hawa nafsu baik ketika ingin mengerjakan perbuatan untuk mencari ketaatan Allah SWT, melakukan perkara-perkara maksiat dan ketika kita ditimpa musibah. Manusia senantiasa berada di dalam situasi di mana pengaruh agama senantiasa berperang dengan hawa nafsu. Demi untuk menjamin hawa nafsu dapat dikendalikan maka sifat sabar itu perlu ada bagi setiap orang yang beriman. Hendaklah kita pahami bahwa ujian Allah SWT dapat berupa dalam bentuk nikmat kebaikan dan juga musibah yang berbentuk kesusahan. Ujian yang paling sulit adalah ketika kita diberikan kenikmatan dunia dan terlalu bangga dengan apa yang dimiliki, padahal itu semua merupakan karunia dari Allah SWT. Perkara yang sesuai dengan hawa nafsu manusia seperti kekayaan, jabatan tinggi, terkenal dan beraneka nikmat dunia yang lain. Manusia ketika ingin mencapai nikmat dunia, mereka perlu untuk berusaha dengan bersungguh-sungguh serta bersabar. Apabila nikmat tersebut telah dicapai maka ujian yang datang darinya juga begitu hebat maka kesabaran memainkan peranan yang penting demi menjamin bahwa nikmat dunia yang diperolehi itu dipergunakan sesuai dengan kehendak Allah SWT dan Rasul-Nya. 

Dalam kehidupan tidak semua kebaikan yang kita lakukan akan disambut baik oleh semua orang, pasti ada beberapa orang yang akan berprasangka buruk, menghina, bahkan mencela kita. Tapi yakinlah Allah SWT Yang Maha Mengetahui, Allah menghadirkan orang-orang itu untuk memberikan pelajaran mengenai kesabaran. Kita memang diperbolehkan membalas keburukan orang lain atas fitnah yang diberikan, tapi sebaik-baiknya balasan adalah dengan kesabaran. Bukankah sabar didunia lebih mudah daripada harus bersabar menahan siksaan-Nya kelak di neraka ?

“Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” ( QS. Az Zumar : 39 )

Tersenyum saat gembira mungkin sudah biasa, tapi tersenyum saat ujian datang merupakan hal yang luar biasa. Senyum menurutku dapat memberikan kekuatan sendiri untuk menenangkan hati. Jangan sampai kita hanya mengingat Allah SWT saat ada kesusahan, ingatlah Allah SWT dalam setiap keadaan yang kita lalui. Hati-hati dengan istidraj, jangan merasa hidup yang tenang-tenang saja terasa indah walaupun jauh dari Allah, jauh dari ibadah yang wajib maupun sunnah. Siapa tahu Allah SWT sedang “menangguhkan” ujian yang lebih berat. Kita wajib untuk terus selalu bersujud kepada-Nya.

Tersenyumlah dari senyumanmu yang tersenyum, sampai kau mengerti dan merasa bahwa sumber segala kebahagian bisa berasal dari suasana kedamaian. Jangan tunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah maka kebahagian akan datang sendiri. Allah akan menemani setiap langkah kita, jangan pernah murka terhadap kebaikan tanpa henti yang Allah SWT berikan. Tersenyum bukan untuk menutupi luka, tetapi tersenyum akan memberikan kebahagiaan yang lebih penting daripada lukamu itu.

Berbaik sangka itu lebih baik, ikhlaskan hati dan ceriakan wajahmu maka hasil yang kamu terima akan luar biasa.

  • view 308

  • Seribu 
    Seribu 
    4 bulan yang lalu.
    Tersenyumlah dari senyumanmu yg tersenyum? Bagaimanakah makna penjelasannya???

    • Lihat 2 Respon