Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 13 Februari 2018   14:34 WIB
Surat cinta untuk anakku ( bagian 1)

Hey Anakku,
 
Semoga kau tidak malu membaca surat terbuka dari Ayahmu ini, yang perlu kau tau Ayah menulis surat ini saat masih berusia 23 tahun dan masih belum tahu siapa yang cocok menjadi Ibumu nanti. Ayahmu saat ini masih bingung terhadap dirinya sendiri dan mungkin beberapa tahun kedepan zaman akan semakin canggih dan membuatmu mudah menemukan tulisan ini. Semoga tulisan ini kelak bisa menjadi penyemangatmu nanti dan bisa menjadi cerita saat kau sudah mulai bisa berbicara kepadaku nanti.
 
Sejak beberapa bulan kemarin Ayahmu mulai memikirkan apa itu masa depan, mau Ayah jadikan apa hidup Ayah kelak bersama Ibumu nanti.  Saat ini Ayahmu sedang sibuk memperbaiki diri, Ayah akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi seorang laki-laki yang baik akhlak dan imannya agar bisa memberikan manfaat bagi kalian. Ibumu mungkin akan menjadi sekolah pertama bagimu nanti, Ia yang akan mengajarkan apa arti hidup dengan kasih sayangnya yang tiada batas. Tapi jangan pernah lupakan Ayahmu yang juga akan berperan sebagai pelindung bagi kalian berdua. Aku berjanji kelak akan menjadi Ayah yang baik.
 
Tiap malam mungkin kau akan banyak mendengar cerita dariku nak, akan kuceritakan banyak kisah hidup yang penuh perjuangan ini. Akan banyak kupakai nama si Fulan agar engkau dan Ibumu penasaran dan berharap besok ada kelanjutan dari ceritaku.
 
Ayahmu bukan orang yang cerdas dan punya banyak bakat, Ayahmu adalah seorang laki-laki biasa yang tidak pernah gampang untuk menyerah.
Ayahmu orang yang keras hati, mungkin belum tentu setahun sekali Ayahmu bisa menjatuhkan air mata.
Ayahmu suka menyendiri , suka merenungi apa yang sudah terjadi sebelumnya. Ia banyak belajar dari kesalahannya dulu.
Ayahmu agak aneh, kadang Ia bisa tertawa lepas padahal didalam hati dan pikiran Ayah tersembunyi banyak masalah.
Ayahmu suka memendam masalah sendirian, aku harap kita nanti bisa jadi partner curhat yang baik. Oke ?
 
Kau tau nak, kelak kau akan bertemu dengan banyak orang didunia, ada yang baik terhadapmu dan ada pula yang jahat terhadapmu. Kau tak perlu panik, jika ada yang berbuat jahat terhadapmu, kau jangan langsung tersulut amarah, balaslah dengan cara yang elegan melalui kebaikanmu, setidaknya kau dapat transfer pahala gratis atau bahkan kau bisa membuat orang tadi bersikap baik terhadapmu.
 
Hey nak, Ayahmu punya beberapa teman yang sangat perhatian kepada Ayah. Mereka banyak berperan dalam aktifitas Ayah selama proses perubahan ini. Ada yang cerewetnya minta ampun, Ada yang mengajari Ayah dengan tutur kata yang halus, Ada yang bisa diajak cerita sampai larut malam, Ada yang bisa berbagi pengalaman dikeluarganya, bahkan ada yang bisa merubah Ayah tanpa mengucapkan banyak kata. Ayah belum tahu siapa yang akan membaca tulisan ini dirimu atau Ibumu tapi tolong dijaga rahasia ini ya :) . Hehe
 
Ayah selalu ingat pesan dari Kakek dan Nenekmu, yakni jadilah orang yang jujur, sabar, dan tidak gampang menyerah. 3 hal tersebut mungkin akan menjadi pondasi utama untuk mendidikmu nanti. Ayah tidak akan pernah memintamu menjadi seperti ayah, justru, jadilah orang yang lebih baik dari ayah. Tirulah apa yang telah ayah capai, jika kamu mau, dan jauhi kesalahan yang dulu pernah ayah lakukan. Jadilah dirimu seutuhnya, selalu laparlah dengan Ilmu Pengetahuan agar kau tau nikmat Allah yang sudah diberikan kepada kita. Ayo berlari bersama ayah! Kita saksikan kehebatan Yang Maha Kuasa dalam menciptakan ciptaan yang sungguh mengesankan di tiap sudut bumi. Untuk apa kita menyebut nama-Nya di tiap ibadah, jika kita tidak melihat sendiri keagungan yang Ia ciptakan? Percayalah nak, dengan berjalan sejauh mungkin, justru kita akan menemukan jati dirimu yang sejati, yang selama ini ada di dalam jiwamu. Tidak ada pernah kata terlambat untuk berubah yang susah adalah bagaimana kita bisa terus istiqomah. Tetap belajar dan jangan pernah malu untuk belajar.
 
Ayah nanti akan jadi pembimbingmu, karena motivator terbaik adalah dirimu sendiri. Kau akan banyak belajar dalam setiap liku kehidupan. Ayah berjanji akan selalu mengingatmu kapanpun di tengah kesibukan ayah, kendati mungkin kau lebih dekat dan ingat dengan ibumu. Jika kamu ditanya siapa orang nomor satu yang harus kamu patuhi di dunia ini, jawablah ibumu sampai di urutan ketiga. Tempatkan saja ayah di urutan keempat. Konon, wangi surga haram hukumnya jika kamu tidak mendapat restu ibu. Sementara ayah? Ah, tidak perlu kamu pikir. Ayah pasti akan selalu ingat dan selalu menyayangimu. Mungkin kamu tidak tahu, tiap malam setelah pulang kerja, ayah selalu mendatangi kamarmu. Duduk di tepi kasurmu dan mengelus mukamu yang tertidur pulas itu.
 
Adakalanya kamu akan kecewa karena ayah tidak datang di hampir tiap acara sekolahmu. Lalu Ayah tidak datang saat kamu berhasil menjadi juara olimpade matematika. Bahkan Ayah tidak datang saat kamu juara pidato Bahasa Inggris. Tetapi ketahuilah nak, ayah tidak hanya kecewa, tapi ayah menderita saat itu tiba. Mungkin kamu tidak tahu, tapi ibumu tahu, malam hari setelah acaramu selesai, ayah menangis sampai matahari terbit. Ibumu bahkan tidak sanggup menenangkan ayah. Mudah-mudahan ayahmu ini juga mendapatkan Istri yang bisa bersabar dan menyanyangi kita berdua .

aamiin

bersambung ...
 

Karya : muji cahyo wijaya