Ketika Kamu Merasa Sendiri

Ketika Kamu Merasa Sendiri

muji cahyo wijaya
Karya muji cahyo wijaya Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 22 November 2017
Ketika Kamu Merasa Sendiri

Mungkin ada kalanya beberapa orang merasa kesepian dalam sebuah keramaian, termasuk aku. Sebenarnya kesepian disini bukan karena sesuatu yang bisa dijelaskan secara jelas apa yang membuat hati terkadang sedih, jenuh dan merasa sangat lelah. Seolah semua beban hanya ditanggung oleh satu punggung saja, padahal mungkin ada beberapa orang yang bisa membantu, tetapi semua tentang kepercayaan. Tidak mudah untukku memberikan kepercayaan kepada semua orang karena tingkat kekhawatiranku yang cukup tinggi saat itu. Sampai pada waktunya semua beban menumpuk menjadi satu dan pikiran sudah teramat penuh. Lalu kepada siapa lelah ini kubagikan ?
 
Perasaan seperti ini bukan hanya terjadi satu kali terjadi, mungkin ada belasan kisah yang sama walau tak seberat ini. Semakin dewasa seharusnya pola pikirku sudah harus berubah, bagaimana memperbaiki segala kekurangan meski di iringi dengan banyak kecerobohan, ya kan?
 
Setidaknya aku juga pernah mecoba untuk menjadi lebih baik, meski sering juga kembali menjadi buruk. Sebuah konsistensi, merupakan salah satu hambatan untuk perubahan itu, menjadi lebih baik tidak semudah yang dikisahkan orang-orang karena sebenarnya menurutku pribadi perubahan menjadi lebih baik itu bisa terjadi ketika hatimu sudah yakin dengan apa yang akan kamu lakukan dan bagaimana cara pandangmu terhadap ujian yang diberikan. Semakin kamu merasa ujian itu berat maka pikirinmu akan kembali tidak fokus dan menyebabkan semua permasalahan itu kembali kepadamu.
 
Kita hidup didunia ini tidak sendiri, banyak sekali pelajaran dari setiap yang kita lihat dalam sebuah perjalanan hidup, penting untuk bersosialisasi dengan orang lain karena tak mungkin kita akan terus hidup dalam kesendirian. Jika kamu merasa paling sedih di dunia ini, lihatlah kedua orang tuamu yang tidak berhenti menyemangatimu, yang selalu menjadi pelindung dalam setiap doa yang mereka panjatkan. Mereka setia menemanimu walau dirimu sudah dewasa dan sudah mulai berani membantah saran yang mereka berikan, Ingat ! mereka hanya memastikan dirimu aman dan bahagia ketika jauh dari pandangan mereka. Sebuah pelajaran yang berlaku bagi semua anak yang dilahirkan didunia ini. Maka dari itu tidak ada alasan bagi kita untuk berputus asa. Kita senantiasa harus penuh harapan , sembari mengubah keadaan kita dengan penuh kebahagiaan.
 
Cobalah untuk banyak berjalan kaki, lihat sekelilingmu dan naikkan tingkat kepekaanmu terhadap sesama, akan banyak orang yang akan kamu temui senantiasa bahagia atas apa yang mereka kerjakan. Tak perlu banyak mengeluh karena itu bukan solusi, yakinkan hati untuk banyak bersyukur dengan apa yang sudah dikaruniakan kepada kita. Semua hal yang kita lalui itu baik, kesepian juga bisa membuat kita berpikir untuk mengevaluasi dan menghargai apa yang ada disekitar kita.

  • view 576